by

Antisipasi Lonjakan Kasus, PTM di Sekolah Ditutup Hingga Maret

AMBON,MRNews.com,- Guna mengantisipasi lonjakan kasus terkonfirmasi COVID-19, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon telah mengambil satu kebijakan, untuk menutup kembali semua sekolah yang lakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) hingga Maret 2022 mendatang.

Sebelumnya, pada 6 Januari 2022 lalu, 12 Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi percontohan, dalam penerapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di Kota Ambon.

Alasan mendasar PTM terbatas ditutup sementara, lantaran dari 12 SMP yang diambil random sampling Rapid tes Antigen, hanya satu sekolah yang hasilnya non reaktif baik guru maupun siswa yakni SMP Santo Andreas di Ahuru, sementara 11 sekolah lainnya ditemukan hasil reaktif.

Pengambilan random sampling rapid tes Antigen, bagi siswa di SMP yang menggelar PTM terbatas, merupakan aturan dalam SKB Empat menteri. Semua sekolah itu kini kembali menggunakan metode belajar jarak jauh.

Menanggapi penutupan sementara itu, Walikota Ambon Richard Louhenapessy mengaku, langkah tersebut harus diambil sebagai upaya pencegahan penularan COVID-19.

“Kita sempat membuka 12 SMP percontohan untuk PTM terbatas Januari lalu. Tetapi, dengan memperhatikan kondisi tersebut maka sekolah tersebut kita tutup lagi sampai dengan bulan Maret,” jelasnya.

Dijelaskan Walikota, alasan ditutupnya sekolah tersebut berpatokan terhadap ketentuan SKB empat menteri, bahwa, jika ada sekolah terindikasi COVID-19, maka diliburkan 14 hari.

“Kita kemarin ambil sampel untuk sekolah, ada 25 persen dari murid, jadi totalnya 2000 lebih yang diambil sampel, dan anda tahu ada 125 sekian yang reaktif,” terangnya di Ambon, Jum’at (4/2).

“Jadi sekarang kan baru 25 persen kita ambil sampel dan ada yang reaktif, berarti kita harus tutup sampai tanggal 16 Februari. Sementara 75 persen lainnya belum diambil sampel,” tambahnya.

Jika 75 persen diambil sampel random kembali dan ada yang reaktif, maka mau tidak mau harus ditutup lagi. Olehnya itu, Walikota mengaku, idealnya sekolah ditutup dulu hingga Maret 2022 mendatang.

“Idealnya dengan memperhatikan prediksi Menteri Kesehatan bahwa, puncak Omicron akan terjadi antara Februari dan Maret, maka kita sepakat untuk sekolah kita tutup sampai Maret,” ungkap Walikota.

Louhenapessy menambahkan, evaluasi terhadap PTM terbatas akan dilakukan dalam April 2022 mendatang.

“Kalau kondisinya sudah membaik, baru kita buka kembali uji coba PTM,” pungkas Walikota Ambon dua periode itu. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed