AMBON,MRNews.com,- Ambon menjadi kota keempat pelaksanaan kegiatan konferensi Musikologi series ala Badan Ekonomi Kreatif (BeKraf) RI didukung Yayasan Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards setelah Jogjakarta, Palembang dan Medan. Dipilihnya Ambon, karena memiliki potensi bermusik yang kuat dan upaya terus mendorong perwujudan agar didaftarkan dan mendapat pengakuan UNESCO di tahun 2019, sebagai kota kreatif dalam bermusik di dunia bersama beberapa kota lainnya seperti Adelaide, Glasgow dan Liverpool.
“Selain untuk mendukung penuh Ambon sebagai kota musik dunia, BeKraf dan yayasan AMI melihat banyaknya potensi dalam bidang musik yang ada di Ambon. Sehingga dipilihlah kota ini,” tandas Ketua Umum Yayasan AMI, Dwiki Dharmawan saat pembukaan Musikologi di Santika Premiere Hotel Ambon, Sabtu (20/10/18).
Kegiatan Musikologi sendiri terbagi dalam dua agenda, pertama adalah paparan dari deputi-deputi BeKraf yang dilanjutkan dengan konferensi menghadirkan artis, musisi dan para profesional di industri musik. Agenda kedua yakni coaching clinic, menghadirkan beberapa artis ibukota sebagai panelis guna memberikan pelatihan elemen penting dalam memproduksi sebuah karya musik yang baik di berbagai minat bermusik.
Lewat Musikologi yang digelar dua kali dalam setahun ini, diharapkan Dwiki, dapat mendukung serta membantu generasi muda dan insan musik Indonesia khususnya di Kota Ambon agar terus berkembang, meningkatkan profesionalisme, kwalitas, kapasitas, produktivitas, dan industri kreatif Indonesia. Sehingga musik tidak hanya dilihat sebagai hobi, tapi industry kreatif yang bernilai.
Hal itu juga yang ditegaskan Walikota Ambon, Richard Louhenapessy dalam kesempatan tersebut bahwa komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) untuk menjadikan Ambon sebagai kota musik dunia terus mendapat perhatian dan dukungan dari pemerintah pusat lewat BeKraf yang menggandeng AMI dengan melakukan Musikologi series.
Pasalnya, dijelaskan Walikota, Musikologi series ini didesain model konferensi musik yang didalamnya terdapat program edukasi berupa sharing knowledge dari para ahli dan praktisi musik kepada insan musik di kota Ambon untuk mendapatkan pengetahuan dan wawasan baru tentang industri musik, sekaligus tutorial atau praktikal. Agar kedepannya, musik tidak hanya dilihat sebagai hobi saja tetapi juga industri kreatif yang menghasilkan uang dengan profesionalisme yang dimiliki.
“Tourism merupakan salah satu dari tiga leading sektor Kota Ambon, termasuk perikanan dan jasa. Musik bagian dari tourism itu. Sehingga Pemkot berterimakasih kepada BeKraf dan AMI, AMO, dan semua pihak yang memberikan perhatian untuk merubah Ambon dalam bermusik dari sekedar hobby menjadi sebuah kekuatan kreatif dan potensial berbasis musik, yang tidak lain akan mendatangkan kesejahteraan bagi pemusik, lewat Musikologi ini salah satunya,” terang Walikota.
Selain Walikota dengan jajaran OPD dan ketua umum Yayasan AMI Award selaku ketua progam acara konferensi Musikologi, hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual BeKraf RI, Robinson Sinaga beserta jajarannya; pengurus Ambon Music Office (AMO), komunitas musik, sekolah musik, pemain music dan penyanyi, guru seni musik se-Kota Ambon dan mahasiswa jurusan musik. Kegiatan Musikologi ditutup dengan parade musik pada hari yang sama di Pattimura Park. (MR-02)











Comment