by

Ambon Harmoni Untuk Indonesia dan Dunia

AMBON,MRNews.com,- Usai mendapat Harmoni Award dari pemerintah pusat melalui Kementerian Agama (Kemenag) sebagai salah satu kota dengan tingkat paling rukun tertinggi di Indonesia awal Januari 2019, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon pun menindaklanjutinya dengan menggelar syukuran bernuansa kerukunan di Sporthall, Karang Panjang, Kamis (10/1/19), yang sekaligus ingin memberi pesan kepada Indonesia dan Dunia bahwa Ambon kukuh dalam harmoni kerukunan antar umat beragama, meski pernah diterjang konflik sosial 20 tahun lalu.

Walikota Ambon, Richard Louhenapessy dalam kesempatan itu mengatakan patutlah pemerintah dan masyarakat bersyukur atas penghargaan Harmoni Award, dengan niatan ingin berdoa buat bangsa dan kota Ambon agar tetap rukun dalam harmoni. Syukuran ini pula sama sekali tidak ada nuansa politiknya karena pesan yang ingin dibawa bagi Indonesia dan dunia bahwa orang Ambon sudah tunjukkan bagaimana hidup kerukunan yang luar biasa.

“Semua berkat rakyat kota ini sehingga patut disyukuri bersama. Bagaimana 20 tahun lalu orang analisa Ambon kiamat tapi tanpa disadari Ambon mampu bangkit menjadi kota paling rukun di Indonesia dalam kehidupan antar umat beragama. Bahkan Ambon menjadi contoh, ketika saya diundang ke Hiroshima bicara bagaimana Ambon bisa move on, cepat bangkit seperti sekarang. Karena juga kekuatan kultural dan sinergitas semua stakeholder jadi modal utama termasuk peran media turut membantu menyebarkan berita dan kabar positif ke Indonesia dan dunia,” ujarnya.

Wujud harmoni dalam syukuran terlihat dari pengisi acara, nyanyian yang dilantunkan dan doa dari lintas agama, baik Kristen Protestan, Islam, Hindu, Budha, Katolik maupun Konghucu. Bahkan, testimoni tentang kerukunan antar agama yang terbangun dengan baik di Ambon selama ini pun turut disampaikan pemuka lintas agama termasuk TNI dan Polri.

Ketua MUI Kota Ambon, Muhammad Rahanyamte dalam testimoninya mengapresiasi Pemkot Ambon yang mampu merawat kerukunan umat di kota ini dengan baik bersama semua elemen termasuk masyakat. Hal itu tak lepas dari kuatnya lokal wisdom di Ambon yang harus terus digali, dirawat guna memproteksi kerukunan yang terbangun selama ini. “Kita punya nilai budaya, khazanah kehidupan yang tidak dimiliki daerah lain. Pesan ini harus ditransfer hingga ke dunia, bukan saja Indonesia,” ajaknya.

Sementara, Ketua Klasis GPM Kota Ambon, Pendeta Nick Rutumalessy mengaku, Harmoni Award adalah jalan masuk dari kerja panjang yang akan dilakukan masyarakat kota Ambon untuk terus rukun dan harmoni, itulah award kehidupan. “Kami menikmati sukacita hidup di kota ini. Tuhan anugerahkan suasana damai bagi kita semua disini. Perjuangan mempertahankan harmoni di Ambon jadi bagian lebih tinggi dari award. Kita bekerja, berjuang mendapat kedamaian sejati dan itu diakui pemerintah. Mari terus berjuang agar damai yang ada ini tetap terjaga selamanya,” sebutnya.

Sedangkan Dandim 1504/Ambon, Letkol Inf Fendri Ramita mengaku niat datang ke Ambon jalankan tugas untuk kerja, kerja dan kerja. “Selama Ambon aman maka tugas kami juga aman. Cita-cita kami satu, dukung Pemkot dan masyarakat Ambon, Maluku dan Polres agar Ambon tetap aman, damai, sejahtera,” ujarnya saat testimoni.

Senada, Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, AKBP Sutrisno Hadi Santoso menyatakan satu kata buat warga kota Ambon dan pencapaian yang sudah diraih, luar biasa. “Kepolisian sangat terbantu atas kerjasama selama ini dengan pemerintah. Termasuk dukungan warga kota bagi kami sehingga bisa raih award pelayanan publik. Diharapkan itu terus terbangun. Mari jaga keamanan dan ketertiban di kota ini agar kedamaian tetap tercipta,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed