Menteri PAN-RB, Syafruddin melalui konferensi pers di kantor kementerian PAN-RB memberikan apresiasi bagi instansi pemerintah yang telah lolos sampai tahap ini. “Selamat untuk instansi yang sudah masuk Top 45. Semoga inovasi ini dapat terus berlanjut,” ujar Syafruddin.
Top 45 IPP 2019 ini terdiri dari 8 kementerian dengan 9 inovasi, 4 lembaga sebanyak 4 inovasi, 5 provinsi dengan 5 inovasi, 16 kabupaten dengan 17 inovasi, 9 kota sebanyak 9 inovasi, dan 1 BUMN dengan 1 inovasi. Proses seleksi Top 45 dilakukan oleh tim panel independen dan tim evaluasi sementara penentuannya dilakukan oleh tim panel independen. Top 45 diperoleh dari Top 99 yang diseleksi melalui tahap presentasi dan wawancara serta verifikasi dan observasi lapangan.
Menteri menjelaskan bagi pemerintah daerah yang inovasinya masuk Top 45 akan mendapat alokasi Dana Insentif Daerah (DID). Pemberian DID ini sudah sejak tahun 2018. Instansi yang berpartisipasi pada KIPP 2019 juga berkesempatan ikuti kompetisi tingkat dunia yaitu United Public Service Award (UNPSA) yang diselenggarakan PBB. Sebelumnya terdapat dua instansi yang berhasil menjuarai ajang bergengsi UNPSA, yaitu inovasi Sistem Early Detection and Treatment (EDAT) dari Kabupaten Teluk Bintuni, dan inovasi PetaBencana.id milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Posisi Top ini akan dikirim ke PBB untuk dilombakan. Mudah-mudahan tahun depan bisa menjuarai lagi, sehingga kita bisa hattrick berturut-turut memenangkan UNPSA,” ujarnya.
Lebih lanjut Menteri menyampaikan penghargaan terhadap Top 45 akan diserahkan langsung Wakil Presiden RI Jusuf Kalla pada akhir September 2019.
Deputi bidang Pelayanan Publik Kementerian PAN-RB Diah Natalisa menambahkan, KIPP merupakan perwujudan gerakan One Agency One Innovation yang digalakkan KemenPAN-RB, sebagai pembinaan inovasi pelayanan publik dalam pelaksanaan reformasi birokrasi. Tujuannya adalah pemberdayaan, pembelajaran, dan pengembangan untuk menyebarluaskan ide kreatif, gagasan, dan terobosan pelayanan publik di Indonesia guna percepatan peningkatan kualitas pelayanan publik.
“Proses kompetisi ini dimulai dari pendaftaran proposal inovasi lewat http://sinovik.menpan.go.id. Tahun ini terekam sebanyak 3.156 proposal mendaftar, dan menunjukkan peningkatan dibanding tahun sebelumnya yang hanya 2.824. Proposal yang lolos seleksi administrasi dan masuk ke tahap desk evaluation yang dilakukan tim evaluasi. Dari hasil itu, diperoleh Top 99 IPP 2019 yang ditetapkan lewat keputusan Menteri PANRB No. 47/2019. Penyerahan penghargaan Top 99 telah dilakukan Juli lalu oleh Menteri PANRB,” tutupnya. (**)







Comment