AMBON,MRNews.com,- Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon melalui Dinas Pertanian (Distan) telah melakukan vaksinasi anti rabies ke kurang lebih 1.800 anjing. Namun jumlah itu belum seluruhnya karena masih ada sekitar 8 ribuan dari 10 ribu.
“Kita sampai saat ini sudah suntik vaksin anjing itu ada 1800. Kalau mau semua yah mungkin kurang lebih mendekati 10 ribu anjing. Tapi katong masih bisa jangkau seperti itu,” tandas Kadistan Kota Ambon Denny Nendissa kepada media ini, Jum’at (16/9).
Pasalnya kata dia, suntikan vaksin dilakukan masih berdasarkan laporan masyarakat yang ketika anjing piaraan menggigit warga akan langsung ditindaklanjuti. Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.
“Jadi kalau ada laporan dimana ada gigitan, maka disitu katong lokalisir anjing-anjing yang ada di wilayah itu untuk suntik. Entah mau rabies atau bukan, pokoknya dimana ada gigitan dan lapor saja, kita turun,” jelasnya.
Memang belum terjangkaunya semua anjing disuntik karena juga kata dia, terkendala stok vaksin yang minim. Karena itu pihaknya telah minta ke provinsi atau pusat untuk ada penambahan vaksin.
Untuk memvaksinasi seekor anjing atau binatang lainnya akui Nendissa, tidak sembarang. Karena ada ketentuan jarak waktu, antara dua sampai tiga tahun untuk rentang suntikan pertama dan kedua, selain jenis vaksin yang dipakai.
“Kebanyakan yang divaksin ini anjing baru. Usianya belum satu tahun. Vaksin yang belakangan ini untuk waktu tiga tahun. Jadi nanti dua atau tiga tahun kedepan baru kita bisa vaksin lagi,” ulasnya.
Pihaknya kata Nendissa, standby setiap hari untuk vaksin. Maka tak hanya ketika ada laporan baru turun, namun jika ada warga yang menyadari anjingnya berbahaya ke orang lain bila tak vaksin, yang bersangkutan bisa datang membawa sendiri.
“Ribuan anjing yang belum tervaksin itu juga mungkin karena mereka (tuan) tidak mau. Entah alasannya kenapa, tapi bisa saja dianggap binatang kesayangan sehingga tidak mau kenapa-kenapa atau rencana untuk dijual, dikonsumsi,” kuncinya. (MR-02)











Comment