AMBON,MRNews.com,- Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Ambon, Steve Patty mengaku alasan higienis atau kebersihan, kesehatan orang banyak, maka pasar ikan Mardika seharusnya berdiri terpisah dari toilet umum yang tentu berpotensi merusak laut dan ikan karena limbahnya. Sebab dari sisi tata letak saat ini, tidak memungkinkan. Pasalnya ikan menjadi kebutuhan penting masyarakat yang tiap waktu dikonsumsi.
Hanya perlu disadari karena kota Ambon punya infrastruktur untuk pasar ikan khusus saat ini terbatas atau belum ada, maka masih digabung dengan pasar umum. Tentu dengan harapan kedepan bisa terealisasi, apabila nantinya pasar Mardika direvitalisasi pemerintah pusat yang direncanakan tahun 2020.
“Kalau mau dibilang apakah perlu didesain tata letak ulang pasar ikan Mardika, saya setuju. Karena secara higienis, pasar ikan harusnya berdiri sendiri dari toilet umum dan sebagainya yang berpotensi merusak laut. Kalau itu, masih dalam kategori pasar umum. Hanya karena kita punya infrastruktur pasar ikan khusus terbatas maka masih sama-sama dengan pasar umum. Itu memang salah satu kekurangan kita menyangkut infrastruktur khusus pasar ikan,” akui Steve menjawab pertanyaan wartawan di Pasar Mardika, Rabu (26/6/19).
Senada, Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Kota Ambon, Robby Silooy setuju bila kedepan Pasar Ikan Mardika tata letaknya didesain ulang terpisah dari pasar umum dan toilet. Sebab dari aspek kesehatan jelas mengganggu pembeli dan siapapun masyarakat yang beraktivitas, akibat bercampur udara tidak sedap. Sayangnya, terkendala soal lokasi.
“Itu perlu, cuma tinggal waktunya saja. Tapi kita khan terkendala juga soal lokasi. Dimana pasar ini milik pemerintah provinsi, hanya kita yang menggunakan. Semoga adanya rencana Kementerian Perdagangan untuk merubah/revitalisasi pasar Mardika tahun 2020, juga bisa mengubah tata letak pasar ikan, sehingga higinies atau kebersihan, kesehatan dan bebas penyakit tetap terjaga,” tukas mantan kepala keuangan Pemkot Ambon itu. (MR-02)








Comment