AMBON,MRNews.Com.-Ternyata ada sejumlah pihak yang kebakaran jenggot soal pemberitaan mengenai kebejatan oknum wasit karate nasional yang juga Ketua KSH Inkado Maluku berinsial YA,48, yang terbukti menghamili karatekanya sendiri,IS, di sejumlah media massa cetak dan media online sepanjang tiga pekan terakhir.
Yang teranyar adalah soal amarah pasangan suami-istri, PS dan TN, yang merupakan teman-teman dekat YA setelah pemberitaan bertubi-tubi menyerang pelanggaran kode etika Wasit Karate oleh YA.
Lucunya, PS dan TN, tidak memiliki kapasitas hukum yang kuat untuk berdiri di atas kepentingan YA, tetapi selalu ingin mengintervensi (campur tangan) seakan-akan memiliki kedudukan hukum kuat jika akhirnya persoalan amoral dan pelanggaran kode etik Wasit Karate yang dilakukan YA digiring ke ranah hukum adat Tanimbar dan Kisar oleh keluarga IS.
Salah satu teman dekat YA, Octo, kepada pers menuturkan, kehadiran PS, yang berdinas di Pomdam XVI/Pattimura semata-mata untuk mengawasi dan menjaga YA agar tidak dihakimi keluarga dekat IS, terutama oleh dua kakak IS, yakni YSS dan GS, yang merupakan dua personel TNI-AD. Padahal, selama kasus ini ingin dituntaskan Pengprov Forki Maluku, dua kakak kandung IS, wanita yang kini hamil 5 bulan akibat kebiadaban YA, tidak pernah melayangkan pukulan atau mencaci-maki YA. Justru, YSS dan GS, selalu berupaya membicarakan persoalan ini dengan semangat kekeluargaan agar secepatnya dituntaskan.
Yang terjadi justru YA melarikan diri, pengecut dan tidak berani bertanggung jawab. Ketika Ketua Pengprov Forki Maluku Kasrul Selang mengundang YA dan Rony Samloy, mewakili pihak keluarga korban, IS, herannya PS dan TN, ingin tampil bak ’pahlawan kesiangan’. Masalah ini sebenarnya ingin dimediasi empat mata oleh Ketua Pengprov Forki Maluku, tetapi pada saat pertemuan rahasia itu ingin dilangsungkan di Kafe The Street, Jalan AY Patty, pada awal Oktober 2018, bukannya YA sendirian yang datang, malahan ikut juga PS dan NT, suami-istri yang kebetulan juga atlet-atlet karate binaan YA. Apa urusan PS dan TN dalam persoalan pribadi ini. ’’Jangan masoso urusan orang lain,’’ sindir keluarga IS.
Lucunya, setelah diri mereka dikaitkan dalam pemberitaan menyangkut kebejatan YA, PS dan TN, kebakaran jenggot dan menyalahkan isi pemberitaan wartawan. Keduanya mengungkapkan kegelisahan hati mereka di tempat tugas masing-masing. PS mencurahkan isi hatinya bagi teman-temannya di Pomdam, sementara TN, kepanasan dan meluapkan amarahnya bagi teman-teman kerjanya di salah satu institusi penegak hukum di daerah ini. (MR-03).







Comment