by

Pengisian Aplikasi Form UNESCO Terbaru Libatkan Berbagai Komponen

AMBON,MRNews.com,- Pengisian aplikasi form atau bentuk terbaru versi UNESCO untuk mengajukan diri masuk dalam jaringan kota kreatif UNESCO atau “UNESCO Creative Cities Network” (UCCN) tahun 2019 bidang kreastif yakni musik akan dimulai Februari 2019 ini dengan melibatkan berbagai komponen yang berkepentingan.

Direktur Ambon Music Office (AMO), Ronny Loppies katakan, pengisian aplikasi dari UNESCO akan melibatkan semua komponen penta-helixm diantaranya unsur pemerintahan, akademisi, musisi, pekerja seni, pemilik restoran, cafe dan hotel serta unsur media.

“Komponen yang akan terlibat seperti Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dan Bappeda Litbang, Universitas Pattimura Ambon, Institut Agama Islam Negeri (IAIN), Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) dan Institut Agama Kristen Ambon (IAKN) Ambon, komunitas musik, sanggar, pemilik cafe dan restoran serta media,” ujar Loppies kepada awak media di ruang kerjanya, Rabu (13/2/19).

AMO sebelumnya diakui Ronny, telah mempresentasikan dokumen atau aplikasi dari UNESCO tahun 2017, yang terdiri dari 14 jenis, selanjutnya didiskusikan dengan sejumlah pihak seperti ICCN, Kemendikbud, Kemenlu, BCCF dan Bekraf. Dari hasil FGD dibentuk tim teknis penyusun aplikasi UCCN tahun 2019, dengan tugas utama membantu AMO dalam pengisian dokumen yang difasilitasi Badan Ekonomi Kreatif (BeKraf).

“Tim teknis penyusun aplikasi UCCN tahun 2019 bertanggungjawab kepada AMO. Tim tersebut juga akan membentuk subtim yang akan bekerja hingga waktu pengajuan dokumen kepada UNESCO di bulan Juni 2019. Proses penyusunan dokumen meliputi penilaian untuk memastikan bidang kreatif dan nilai tambah, yang akan melibatkan berbagai pihak melalui kuesioner yang berisi materi dokumen UCCN,” ungkapnya.

Setelah pengisian form ini, pihaknya berharap, akan dilanjutkan dengan pengiriman dan proses penilaian hingga hasil pengumuman yang direncanakan berlangusng Oktober 2019. “Menjadi kota musik dunia merupakan bonus dari kerja keras, yang terpenting adalah bagaimana upaya untuk mempertahankan Ambon sebagai kota musik dengan membangun ekosistem bermusik secara berkelanjutan,” tandasnya.

Kota Ambon tambah Ronny, menyiapakan berbagai infrastruktur dan dokumen pendukung menuju jaringan kota kreatif dunia versi UNESCO atau UCCN tahun 2019 bidang kreatif yakni musik. Proses pengajuan akan dimulai dengan pengisian aplikasi form atau bentuk bulan Februari 2019 ini. “Kita sementara menunggu aplikasi form versi UNESCO, mengingat form yang kita terima lama dan harus menyesuaikan dan ditargetkan proses pengiriman dilakukan Juni,” tutupnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed