by

Kabupaten Sorsel Belajar Toleransi & Harmonisasi Masyarakat di Ambon

AMBON,MRNews.com,- Pemerintah dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sorong Selatan (Sorsel) Provinsi Papua Barat, Senin (17/12/18) mengunjungi Kota Ambon, Provinsi Maluku untuk belajar atau studi banding guna mendengar dan melihat langsung tatanan kehidupan atau harmonisasi sosial masyarakat dan toleransi umat beragama.
Rombongan Kabupaten Sorsel yang berjumlah 15 orang dipimpin oleh Ketua DPRD, Jeffry Kewetare, diterima Wakil Walikota Ambon, Syarif Hadler bersama asisten Sekkot dan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) pemerintah kota (Pemkot) Ambon serta para camat di lantai II Balaikota.
Dalam kesempatan itu, Kewetare mengaku, studi banding merupakan program FKUB dan memilih Kota Ambon, alasannya karena ingin sedikit belajar tentang kondisi kehidupan masyarakat disini yang secara sadar dilihat memiliki toleransi cukup baik di Indonesia terutama di Indonesia Timur apalagi pasca konflik sosial. Serta tidak salah juga memilih Ambon karena dengan Papua memiliki hubungan emosional, dimana secara sadar banyak pelaku baik penginjil dan pemerintah berkontribusi di Kabupaten Sorsel.
“Tujuannya, kita ingin belajar toleransi antar umat beragama dan kehidupan masyarakat, mengingat Ambon pernah dilanda konflik sosial dan mampu bangkit. Serta kota ini baru mendapat penghargaan sebagai peringkat kelima kota toleran dari SETARA Insititute. Kita terima kasih dijamu pemerintah dan memberikan informasi kepada kita tentang kondisi, situasi yang terjadi di kota Ambon sampai saat ini, juga mendapatkan julukan kota toleransi di Indonesia. Ini memang yang perlu kita pelajari. Itu muatan kita datang tetapi juga bisa melihat suasana pembangunan. Ada sejumlah aspek yang menjadi pengalaman untuk kita karena ada hadir beberapa instansi. Sekembali, kita akan sampaikan resmi ke pemerintah tentang apa yang kita dapatkan disini,” ujarnya.
Dari dialog dengan Pemkot dan FKUB, kata Kewetare, mendapat kesimpulan yaitu hindari isu-isu negatif yang bisa sebagai akar konflik sosial, sehingga harus dijaga dengan baik, maka peran agama itu penting dalam mensosialisasikan dan menjaga kerukunan umat di Sorsel. “Prediksi orang Kota Ambon akan dibangkitkan kembali dalam jangka waktu lama tetapi kenyataan waktu singkat pulih kembali hidup saudara. Itu luar biasa sekali dan perlu memang kita belajar dari situasi yang ada ini,” tukasnya.
Sementara Wakil Walikota Ambon, Syarif Hadler mengaku pemerintah dan masyarakat kota Ambon merasa sukacita, berterima kasih dan berikan apresiasi kepada pemerintah kabupaten Sorsel yang telah menjadikan kota Ambon sebagai tujuan untuk sharing terkait kiat gimana hidup orang basudara, berdampingan secara baik.
“Kuncinya kita saling menghargai. Satukan persamaan diantara kita, saling menghargai perbedaan. Ada yang sama. Tidak satu agama pun yang mengajarkan umatnya saling membenci satu dan lainnya, tidak ada. Semua agama mengajarkan kasih sayang diantara sesama. Itu yang dijadikan sebagai media kita saling berdiskusi, satukan visi-misi supaya bersama membangun kota ini menjadi lebih baik. Seiring dengan itu menjadi tantangan, pelajaran buat kita terus belajar merajut hubungan persaudaraan sehingga Ambon yang hari ini sudah menjadi tekad kita untuk menjadikannya kota musik dunia, kota ikan nasional dan paling penting menjadi kota damai. Ini yang harus kita pertahankan, pelihara,” beber Wawali.
Terkait toleransi dan kehidupan masyarakat pasca konflik diakui Hadler, Ambon dianggap para pengamat bisa pulih sepenuh dalam waktu 100 tahun namun faktanya kurang dari 15 tahun bisa bangkit dari konflik, jelas bukan hal mudah hanya karena kesadaran bersama dan tekad kuat saling menghargai perbedaan, satukan persamaan.
“Dalam membangun harmonisasi sosial pasca konflik dan toleransi, Ambon dipercayakan menjadi tuan rumah MTQ, Pesparawi dan Pesparani nasional. Panitia, pendukung acara bahkan masyarakat penerima tamu pun dari lintas agama. Saling baku bantu biking bae masjid, gereja, juga baku jaga rumah ibadah di hari raya masing-masing,” tutur Hadler. (MR-02)

 

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed