AMBON,MRNews.- Ketua Komisi C DPRD Provinsi Maluku, Anos Yermias mengaku jika masa reses yang dilakukan untuk menyerap aspirasi masyarakat di daerah pemilihan Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), ditemukan jika masyarakat menginginkan adanya program pemberdayaan. Karena itu, dirinya telah merencanakan akan melakukan pengembangan Tenun Ikat Tanimbar dengan membentuk 50 kelompok yang tersebar di beberapa kecamatan.
“Nantinya di tahun 2019 mendatang untuk Kabupaten Maluku Tenggara Barat, melalui perencanaan akan mengembangkan Tenun Ikat Tanimbar. Karena itu melalui beberapa pertemuan akan membentuk 50 kelompok yang tersebar di beberapa kecamatan untuk menjawab keinginan masyarakat setempat “ ujar Yermias di DPRD Maluku, Jumat(14/9).
Dijelaskan Yermias, saat ini banyak kain tenun ikat yang dipesan dari pengrajin yang ada di luar Maluku. Padahal Maluku punya Tenun Ikat Tanimbar yang terkenal karena itu kedepannya akan lebih dikembangkan lagi.
Dirinya berharap, dengan adanya pengembangan Tenun Ikat Tanimbar maka pengrajin bisa terus berkreasi agar bisa bersaing bebas. Yermias optimis pengembangan Tenun Ikat Tanimbar akan membantu pengrajin untuk leluasa berusaha sekaligus dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat . (MR-01)










Comment