AMBON,MRNews.com,- Politisi Partai Demokrat, Petrus Fatlolon siap secara pribadi bila nantinya ditunjuk sebagai ketua tim pemenangan Capres-Cawapres, Joko Widodo-Mar’uf Amin di Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) untuk Pilpres 2019 mendatang, meskipun partainya mengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Hal ini sekaligus membenarkan apa yang disampaikan Ketua DPW PKB Maluku, Basri Damis belum lama ini bahwa dirinya siap atas tanggungjawab itu.
“Dalam kapasitas pribadi Petrus Fatlolon, bila ditunjuk sebagai ketua tim pemenangan Jokowi-Maruf Amin di MTB saya pasti menerimanya. Sekaligus membenarkan penyataan Ketua DPW PKB Maluku, itu tidak salah dan secara pribadi saya siap. Saya harus komitmen dengan ucapan saya, kepada seorang Presiden saat berjumpa empat mata 30 Juli lalu di Istana Bogor,” ujar Fatlolon yang juga Bupati MTB itu kepada awak media di Ambon, Senin (3/9/18).
Alasan mendukung Jokowi, ketimbang pilihan partainya, karena menurut Fatlolon, dalam pertemuan empat mata tersebut, dirinya menilai Jokowi seorang figur pemimpin nasional yang pantas diberikan kesempatan lima tahun lagi memimpin Indonesia agar semakin maju dan sejahtera. Dimana saat pertemuan, dari 30 bupati hanya 5 bupati bertemu khusus dengan Jokowi dan satu diantaranya adalah dirinya.
“Karena itu, bila ditanya nanti datang ke TPS, saya memilih siapa, maka nanti saya akan memilih pa Jokowi. Dan kalau menjadi bagian dari tim pemenangan Jokowi-Maruf Amin, merupakan pribadi Petrus Fatlolon, bukan kapasitas Bupati. Karena jabatan publik melekat dan untuk semua. Sekali lagi Ini keputusan pribadi, bukan sebagai seorang Bupati. Ini bentuk konsistensi dan komitmen ingin MTB dapat semakin maju dan berkembang lebih baik kedepan,” tegasnya.
Menyoal apakah posisinya ini sebagai upaya pembangkangan, melawan terhadap sikap politik partainya dan kemungkinan memilih opsi lain karena berbeda pilihan, secara diplomatis Fatlolon sekali lagi menyebut, posisi ini harus dilihat sebagai Petrus Fatlolon pribadi, yang punya hak untuk bekerja bagi seorang calon Presiden, Jokowi. Bahwa pilihan/langkah berbeda maka semua ada konsekuensinya, termasuk bila akhirnya pilihan lain bakal terjadi, menyangkut perbedaan pilihan politik. Namun alangkah tidak tepat saat ini digemakkan, karena masih melihat progress kedepan yang masih jauh.
“Ketika kita berjalan di alang-alang, pasti konsekuensinya, kaki kita akan tergores alang-alang. Ketika berlayar di musim gelombang, tentu ada konsekuensi, gelombang, badai, air masuk. Jadi segala sesuatu pilihan ada konsekuensinya. Dipertegas lagi, secara pribadi, saya bekerja untuk pa Jokowi. Karena saya sudah berkomitmen dengan beliau saat pertemuan lalu,” beber Fatlolon sembari memberi pengandaian. (MR-02)











Comment