by

Monitor Kasus Kekerasan Perempuan & Anak di Maluku, Menteri P3A Datangi Mapolda

AMBON,MRNews.com,- Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Indonesia, Bintang Puspayoga bersama Ketua Kompolnas RI Benny Mamoto mengunjungi Markas Polda (Mapolda) Maluku-Tantui Ambon, Senin (26/6).

Kedatangan Menteri Bintang untuk memonitoring berbagai kasus yang melibatkan perempuan dan anak yang terjadi di wilayah Maluku, selain membuka kegiatan Perkemahan Ceria Anak Sekolah Minggu (Percasmi) ke-IV PGI.

Kapolda Maluku Irjen Lotharia Latif saat menerima Menteri P3A katakan, terkait masalah tindak pidana yang melibatkan perempuan dan anak di wilayah Maluku, Polri sebagai alat negara di bidang penegakan hukum mempunyai peran sangat penting dalam mendukung kebijakan pemerintah yaitu memberi perlindungan terhadap perempuan dan anak-anak dari kekerasan maupun penyiksaan.

“Terkait berbagai faktor penyebab terjadinya beragam kasus kriminal yang melibatkan perempuan dan anak di Maluku, diantaranya peredaran minuman keras (miras), narkoba dan pergaulan bebas,” ujar Lotharia.

Pihaknya, lanjut Kapolda, gencar melakukan pencegahan terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak dengan cara melaksanakan sosialiasi dan penyuluhan. Penyuluhan melibatkan Bhabinkamtibmas di daerah tugas masing-masing.

“Kita saat ini kita telah membuka dumas (pengaduan masyarakat) online. Masyarakat bisa langsung melaporkan apa yang dialaminya,” ungkapnya.

Polda Maluku juga akuinya, bekerjasama dengan Yayasan Bahasa Isyarat untuk melatih para personel, khususnya Polwan. Kerjasama dilakukan untuk memudahkan penyidik dalam penanganan kasus pidana yang melibatkan penderita dan anak, khususnya menderita disabilitas.

“Pelatihan ini juga sudah mendapatkan sertifikasi sehingga mereka ini telah mampu berkomunikasi dengan para korban wanita dan anak yang penderita disabilitas saat pemeriksaan. Kami juga melibatkan tim trauma healing untuk mendampingi para korban agar tidak terjadi tekanan psikologis pada diri korban,” ujarnya.

Polda Maluku sangat fokus terhadap masalah yang dialami perempuan dan anak selaku korban. Di tahun ini terdapat beberapa perkara yang ditangani. Bahkan sejumlah kasus diantaranya telah sampai di Pengadilan dan sudah divonis bersalah.

“Beberapa kasus yang ditangani sudah tuntas dan sudah mendapatkan kepastian hukum,” tambah mantan Kapolda Nusa Tenggara Timur itu.

Saat ini, tambah dia, Polda Maluku tengah menangani beberapa kasus yang melibatkan perempuan dan anak. Seperti terkait kematian Pendeta Flo, beberapa perkosaan anak dibawah umur dan terakhir yakni pengungkapan kasus dari Satgas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

“Kami kemarin telah menangkap beberapa orang dan saat ini statusnya sudah menjadi tersangka. Harapan kami hal seperti ini tidak lagi terjadi. Kita akan terus intervensi hingga kasus-kasus ini bisa segera tuntas,” harap Jenderal Bintang Dua itu.

Sementara Menteri P3A Bintang Puspayoga berharap, pertemuan ini bisa mendapatkan hasil terbaik berkaitan kombinasi yang dilakukan bersama.

“Seperti apa yang bisa disampaikan kepada kami berkaitan dengan isu-isu saat ini yang salah satunya ialah isu meninggal Pendeta Flo,” jelas Menteri Bintang.

Dia mengaku, kegiatan monitoring berbagai kasus pidana, dimana yang menjadi korban yaitu perempuan dan anak, merupakan bagian dari jemput bola, khususnya di derah pelosok.

“Kita sudah melihat video kegiatan Polwan, ini sangat luar biasa karena Polwan Polda Maluku telah memiliki terobosan dengan kemampuan bisa berbahas isyarat untuk mendukung kelancaran penanganan kasus pidana pada korban perempuan dan anak disabilitas. Ini luar biasa. Kami juga harap mungkin dalam waktu dekat Direktorat PPA akan segera terealisasi untuk jajaran,” ucapnya.

Dikatakan, kasus kekerasan seksual pada perempuan dan anak dibawah umur yang terjadi di Tanah Air saat ini meningkat. Ini karena masyarakat telah berani berbicara. Apalagi dengan kemajuan media sosial saat ini orang tidak lagi menganggap kekerasan seksual harus ditutupi, namun disampaikan agar mendapat perlindungan hukum.

“Kami juga mengapresiasi kerja cepat pak Kapolda terhadap proses hukum kematian Pendeta Flo yang diduga juga sebelumnya alami KDRT dan telah dilakukan otopsi. Kami berharap ada titik terang terhadap kasus ini agar semuanya dapat terbuka dan transparan. Sehingga bisa cepat mendapat kepastian hukum,” harapnya.

Menyoal pengungkapan kasus TPPO oleh Polda Maluku, Menteri Bintang juga mengapresiasi karena termasuk cukup banyak dan merupakan suatu prestasi yang patut ditingkatkan. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed