AMBON,MRNews.com,- Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon Exhibition Education and Art tahun 2023 yang dihelat selama tiga hari di Tribun Lapangan Merdeka berakhir, Sabtu (18/2) malam.
Penutupan Expo yang dilakukan Rektor IAKN Ambon, Prof Dr. Jance Z Rumahuru, MA itu, dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon Edy Tasso mewakili Penjabat Walikota, Kapolresta Pulau Ambon dan Pp Lease Kombes Pol Arthur Simamora, pimpinan Bank Syariah Indonesia Ambon dan undangan lainnya.
Momen penutupan Expo yang baru pertama kali digelar itu makin semarak dengan live music, Korean Dance, Flash Mob, talk show+fashion show (siang) hingga mini konser hadirkan penyanyi Ambon yang juga alumni Prodi Musik Gereja (Muger) Lexy Telehala dan Fresly Nikijuluw, mahasiswa aktif Muger.
Rektor katakan, pihaknya bersyukur walau perdana, namun Expo ini dikunjungi kurang lebih 2.000 orang selama 3 hari, jauh lebihi ekspektasi. Bukan saja siswa SMA/SMK dari Kota Ambon dan Maluku Tengah (Malteng), tapi juga masyarakat, pekerja, alumni termasuk siswa dan para guru di semua tingkatan pendidikan.
“Expo ini selain jadi wahana sosialisasi IAKN Ambon ke publik untuk menjaring calon mahasiswa baru, tetapi juga ikut mendukung Ambon sebagai kota musik dunia. Semoga apa yang IAKN tawarkan ini datangkan atensi positif. Kami tunggu untuk belajar bersama di IAKN Ambon” ulasnya.

Di kesempatan itu, Rumahuru mengenalkan secara dalam kampus bertajuk “Harmoni dalam keragaman” itu yang memiliki sejumlah keunggulan dari kampus lain di Maluku. Seperti di Prodi Muger yang membuka kursus musik bagi masyarakat selama 3-6 bulan dengan biaya terjangkau, Rp 350 ribu/orang/bulan.
“Bagi para pelajar SMA/SMK yang akan masuk IAKN Ambon, kami juga punya dua keunggulan lain, selain beragama beasiswa, KIP dan berprestasi. Selama kuliah akan mendapat kursus bahasa Korea dan sertifikat dari King Sejong Institute, serta kursus bahasa Inggris dan sertifikat dari British Council. Kami sudah melakukan kerjasama,” terangnya.
Semua ini kata dia, dilakukan IAKN Ambon sebagai komitmen perguruan tinggi bagi Ambon, Maluku dan Indonesia. Serta bukti bahwa IAKN Ambon sudah sangat siap menjemput penetapan peralihan status ke Universitas Kristen Negeri (UKN) di tahun mendatang.
“IAKN dengan segala sumberdaya yang ada, siap support penuh Pemerintah Kota (Pemkot) untuk menegasikan Ambon sebagai kota musik dunia, jika dijadwalkan mengisi sudut kota atau ruang publik sebagai panggung musik,” kuncinya. (MR-02)











Comment