by

Lawan Pancasila Adalah Sikap Intoleran & Radikalisme, Harus Dihindari

AMBON,MRNews.com,- Lawan Pancasila saat ini adalah sikap intoleran dan radikalisme. Paham tersebut mengaku diri kelompok merekalah yang paling benar, dan tidak mau menerima perbedaan, orang lain diluar mereka adalah sesat dan salah.

“Sikap dan paham ini harus kita hindari karena sudah pasti akan bertentangan dengan butir-butir Pancasila,” pinta Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol M. Rum Ohoirat saat memberi pembekalan tentang wawasan kebangsaan dan bela negara kepada mahasiswa Akademi Maritim Maluku (AMM).

Bangsa Indonesia, kata Ohoirat, merupakan negara yang besar, kuat, dan kaya akan budaya, suku, ras dan bahasa. Kekuatan itu sampai saat ini tidak tergoyahkan karena adanya Pancasila.

“Perbedaan yang kita milik ini jangan dijadikan sebagai masalah karena bangsa yang kuat adalah bangsa yang menghargai perbedaan. Kita bangsa Indonesia punya Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika,” jelasnya.

Pancasila dengan semboyang Bhineka Tunggal Ika atau artinya berbeda-beda tetap satu, merupakan perekat bangsa Indonesia yang majemuk.

“Pancasila dilahirkan lewat proses panjang dan perjuangan luar biasa para leluhur kita. Bahkan yang Muslim juga ada berpuasa dulu dan sebagainnya sebelum rumuskan butir-butir Pancasila yang jadi pedoman serta sumber hidup dan dasar hukum bagi bangsa kita hingga kini,” ungkapnya.

Sebagai bangsa yang besar dan kuat karena tetap menghargai perbedaan antar sesama, Indonesia cukup dihormati dimata negara-negara di dunia.

“Kita lihat beberapa negara besar di dunia yang dulunya merupakan negara kuat kini terpecah menjadi beberapa negara kecil atau negara bagian,” ungkap Ohoirat, Senin (19/9).

Juru bicara Polda Maluku ini mengaku, terpecahnya beberapa negara besar di dunia karena adanya pertikaian internal.

“Dilatar belakangi perbedaan suku, ras, bahasa dan agama. Sehingga yang dulunya mereka satu negara besar dan kuat kini hanya tinggal cerita saja, kini terpisah membangun negara sendiri-sendiri,” jelasnya.

Disisi lain, mantan Kapolres Kepulauan Aru dan Tual itu, juga meminta mahasiswa AMM agar bijak bermedia sosial (Medsos) karena banyak informasi yang beredar adalah tidak benar atau hoax.

Penyebaran berita hoax juga dapat menimbulkan masalah besar, masyarakat diadu domba. Sebagaimana peristiwa konflik sosial yang pernah melanda Maluku beberapa waktu lalu.

“Sehingga ketika terjadi gesekan kecil atau persoalan pribadi secara spontan, malah bisa merembet dan menjadi persoalan besar yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa yang besar,” sebutnya.

Mahasiswa AMM pun diharapkan jangan sampai terpapar paham intoleransi, radikalisme dan cepat percaya informasi sesat yang sifatnya hoax. Sebab mahasiswa merupakan orang yang cerdas dan berintelektual.

Mantan Wadirkrimum Polda Maluku ini meminta mahasiswa agar dapat melaporkan ke aparat kepolisian terdekat bila menerima informasi yang dianggap berbahaya, serta dapat mengancam persatuan dan kesatuan.

“Segera lapor ke aparat keamanan atau pihak berwewenang bila mendapatkan informasi yang dianggap berbahaya. Kalian harapan bangsa. Mari kita bangun Maluku tercintai ini sehingga Indonesia tetap aman, damai dan sejahtera,” harapnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed