by

75 Pendeta GPM Belajar Toleransi di Jateng, Ini Harapan Gubernur Ganjar

Jateng,MRNews.com,- Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menemui puluhan pendeta dari Maluku yang datang ke Jawa Tengah (Jateng) belajar toleransi, Minggu (11/9).

Sekitar pukul 15.30 WIB, Ganjar yang baru selesai kunjungan kerja di Kudus, langsung menemui para pendeta yang tergabung dalam Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM). Mereka pun hanyut dalam perbincangan tentang kepemimpinan dan merawat perbedaan di masyarakat.

Ketua Sinode GPM, Pendeta Elifas Tomix Maspaitella mengatakan, Gubernur Ganjar mempunyai kepemimpinan yang baik. Ia dapat ditiru dalam hal menjaga toleransi antarumat.

“Kenapa ke sini, karena Jawa Tengah ialah salah satu provinsi yang sangat toleran di 2021-2022, banyak kota di Jateng yang masuk kategori toleran dan topologinga nyaris sama seperti di Maluku,” katanya.

Pdt. Elifas juga menuturkan, mereka mau mempelajari kepemimpinan kepada Ganjar. Menurutnya, Ganjar bisa merangkul golongan dengan pemikiran berbeda untuk bersatu.

“Kami merasa bahwa model yang seperti itu harus juga turut kami pahami,“ kata Pendeta Elifas.

Apalagi di Maluku, kata Elifas, punya sejarah panjang merawat toleransi antarumat beragama yang dibangun kembali tiba sekarang sejak terjadinya konflik kemanusiaan tahun 1999.

“Kami berterima kasih ya disambut oleh gubernur yang rendah hati, yang sangat bersahabat dan ramah, dan saya kira kita butuh teladan kepemimpinan yang seperti itu,” ujarnya.

Elifas dalam kesempatan itu menjelaskan, kunjungan para Pendeta Sinode GPM ialah rangkaian kegiatan yang dilakukan di Jawa Tengah. Sekitar 75 pendeta dari Maluku itu sebelumnya telah berjumpa FKUB Jateng.

“Besok (Senin) kami akan ke Salatiga, ke Pesantren Edi Mancoro. Para pendeta akan nyantri untuk belajar pola kepemimpinan dan pengasuhan,“ ujarnya.

Gubernur Ganjar mengapresiasi semangat para pendeta dari Maluku, dalam rangka merawat toleransi. Ganjar senang dapat berbagi banyak hal dalam upayanya merawat perbedaan dan toleransi antarumat beragama di Jateng.

“Ini sebenarnya kawan-kawan pendeta dari Maluku lagi studi banding lah, bagaimana moderasi beragama dan bagaimana FKUB. Tentu saya senang dapat berbagi cerita,” ujarnya.

Ganjar juga mendapatkan banyak pelajaran melalui Pela Gandong, merupakan sebuah ikatan yang mencerminkan penghormatan sosial dan rasa kemanusiaan, persaudaraan serta kekeluargaan dalam Maluku.

“Ada satu yang menarik, para pendeta ini akan ke pondok pesantren karena mereka akan belajar bagaimana leadership, bagaimana pendampingan kepada para santrinya yang mereka akan membawa ke sana. Ini asyik sekali menurut saya,” katanya.

Ganjar berharap, kegiatan yang dilakukan oleh para Pendeta Sinode GPM ini membuahkan hasil. Mereka dapat membawa nilai-nilai bagus tentang toleransi yang dapat diterapkan di Maluku.

“Mudah-mudahan mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan dan tentu saja kita yang di sini juga belajar dari pengalaman mereka” tandasnya. (**)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed