AMBON,MRNews.com,- Sebanyak 62 aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) dari semua organisasi perangkat daerah (OPD) yang tercatat sebagai petugas khusus akan dibekali dan dilatih cara melayani penyandang disabilitas oleh perwakilan Kementerian Sosial (Kemensos) RI, Irma dan Ketua Himpunan Wanita Disabilitas Provinsi Maluku, Mey Rumlaklak selama sehari di hotel Marina Ambon, Senin (24/6/19).
Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana (Ortala) Pemkot, Ferdinand Tasso dalam laporan mengatakan, sosialisasi petugas pelayanan khusus penyandang disabilitas bertujuan untuk mempercepat perbaikan pelayanan publik yang ramah kepada masyarakat khusus penyandang disabilitas, memberi pemahaman bagi petugas khusus soal mendampingi, melayani kaum disabilitas serta menerjemahkan keinginan mereka.
Selain itu guna meningkatkan kualitas sumber daya aparatur yang menjadi pelayan khusus bagi disabilitas, serta memperbaiki kualitas pelayanan sekaligus mempersiapkan pemenuhan aspek kualitas pada penilaian pelayanan publik oleh Ombudsman kedepan.
Sementara Walikota Ambon, Richard Louhenapessy menegaskan, negara berkewajiban memberi perlindungan dan pelayanan bagi warganya tanpa terkecuali termasuk kaum disabilitas, yang juga perlu mendapat kesempatan kerja, pelayanan publik dan fasilitas publik sama dengan masyarakat biasa yang normal.
Karena itu, sosialisasi bagi petugas yang telah ditetapkan dampingi khusus pelayanan disabilitas, secara formal telah tercatat dan sudah dilaporkan ke Ombudsman. Namun bukan secara formal, tapi kualitas memberi pelayanan dan pendampingan, sebab tidak mudah. Karena esensi melayani kaum disabilitas harus dengan hati dan sabar.
“Jangan melayani lalu menjadi beban dan dosa. Serahkan hati melayani. Kalau ada yang tidak mau jadi pelayan khusus ini karena jijik, minder, dan sebagainya silahkan mundur dan lapor. Sebab memberi pelayanan bagi kaum disabilitas, sama dengan orang tua memberi kasih sayang ke anak. Sebab besaran kasih sayang anak ke orang tua tidak sebanding dengan orang tua ke anak,” ujar Walikota saat membuka sosialisasi petugas pelayanan khusus penyandang disabilitas di lingkup Pemkot Ambon di Hotel Marina, Senin (24/6/19).
Pasalnya menurutnya, apresiasi bagi kaum disabilitas masih sangat rendah di Indonesia. Sedangkan di negara lain seperti Singapura, seluruh fasilitas publik disediakan khusus bagi kaum disabilitas. Indonesia belum dan kota Ambon mulai mencoba melalui pelayanan khusus oleh ASN ini. Sebab harus ada penghargaan bagi kaum disabilitas.
“Bersyukur saudara-saudara dipilih, karena apa yang ditabur/dilayani nanti yakin tidak jatuh di tanah berbatu. Ini prioritas kita menuju Ambon cerdas dan ramah disabilitas. Tujuannya ketika ada kaum disabilitas yang datang pengurusan di OPD Pemkot, pelayan khusus ini bisa dampingi/layani,” demikian Louhenapessy. (MR-02)











Comment