AMBON,MRNews.com,- Kota Ambon masuki usia 448 tahun pada 7 September 2023. Dalam usia cukup tua itu, Pemerintah Kota (Pemkot) dianggap sudah berada di jalur atau track yang tepat untuk mewujudkan Ambon sebagai kota yang layak huni.
Penjabat Walikota Ambon Bodewin Wattimena katakan, kelayakan itu berdasarkan hasil survey dari salah satu lembaga survey di Indonesia yaitu Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia yang dilakukan untuk mengukur indeks kota paling layak huni atau most livable indeks, yang baru dirilis April 2023 lalu.
Dimana kata Wattimena, hasil survey itu menunjukkan bahwa kota Ambon memiliki indeks kota paling layak huni yang tinggi yaitu sebesar 71 point.
“Angka tersebut bahkan lebih tinggi jika dibandingkan beberapa kota besar lain di Indonesia seperti Tangerang, Surabaya, Denpasar maupun Makassar,” jelasnya di depan sidang paripurna khusus DPRD Kota Ambon dalam rangka menjelang HUT ke-448 Kota Ambon, Rabu (6/9).
Dikatakan, indikator dengan indeks layak huni tertinggi di kota Ambon adalah fasilitas peribadahan, fasilitas pendidikan, politik kota, fasilitas kesehatan serta tingkat kesehatan kota.

Sedangkan indeks dengan indikator terendah yang perlu mendapat perhatian untuk dibenahi kedepan adalah tingkat keslamatan kota, informasi dan partisipasi publik, sektor informal kota, fasilitas pejalan kaki serta fasilitas kesenian dan kebudayaan.
“Hal-hal pembenahan itu tidak bisa dikerjakan sendiri oleh saya dan jajaran Pemkot Ambon. Namun butuh kerjasama dan kolaborasi dengan stakeholder terkait termasuk para anggota DPRD kota Ambon sebagai mitra pemerintah dan terutama peran serta partisipasi masyarakat,” tukasnya.
Lebih lanjut kata dia, sbagai Penjabat Walikota Ambon, Wattimena mengaku, disamping mempersiapkan pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) dan Pemilukada tahun 2024, juga menjamin bahwa visi besar yang menjadi arah pembangunan kota Ambon dalam kurun waktu 2006-2026 harus tercapai.
Diketahui, paripurna khusus HUT kota Ambon itu turut diikuti Forkopimda Kota Ambon, pimpinan dan anggota DPRD, pimpinan OPD, camat, lurah, raja/kades, kepala sekolah, pimpinan instansi BUMN yang seluruhnya menggunakan busana khas daerah kota Ambon/Maluku. (MR-02)










Comment