by

33 Kasus DBD di Ambon, Kecamatan Sirimau Terbanyak

AMBON,MRNews.com,- Total kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sejak bulan Januari sampai dengan minggu pertama Februari 2019, terdapat 33 kasus dengan penyebarannya pada di tiga (3) kecamatan, yakni Kecamatam Sirimau, Nusaniwe dan Teluk Ambon. Dan kasus paling terbanyak berada pada Kecamatan Sirimau dengan 15 kasus. 

“Selain masalah HIV AIDS, di Kota Ambon juga terdapat kasus DBD. Hingga minggu pertama bulan Februari 2019, terdapat 33 kasus yang tersebar di 3 kecamatan. Terbanyak berada di kecamatan Sirimau dengan 15 kasus,” ujar Walikota Ambon, Richard Louhenapessy dalam keterangannya kepada pers di Biz Cafe Hotel, Sabtu (9/2/19). 

Berbagai upaya untuk meminimalisir peningkatan kasus DBD, kata Walikota, telah dilakukan oleh dinas kesehatan (Dinkes) Kota Ambon yaitu dengan memberikan sosialisasi rutin kepada masyarakat tentang penyebab DBD dan bagaimana langkah pencegahan terjadinya DBD. Selain sosialisasi, Dinkes juga telah melakukan penggerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), Abatesasi serta fogging atau pengasapan pada rumah-rumah warga terutama yang menjadi tempat potensi munculnya DBD.

“Dinkes sudah melakukan tindakan-tindakan dalam mencegah bertambahnya jumlah penderita DBD, yaitu melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang penyebab dan bagaimana cara mencegah terjadinya DBD tersebut, penggerakan PSN, Abatesasi dan fogging atau pengasapan,” bebernya.

Untuk mencegah meningkatnya kasus DBD, rencana tindak lanjut (RTL) yang akan dilakukan Dinkes Kota Ambon tambah Walikota, adalah dengan melakukan pelatihan satu rumah satu juru pemantau jentik (Jumantik) kepada masyarakat serta pergerakkan PSN secara aktif dengan melibatkan semua masyarakat melalui Jumat Pagi Bersih Lingkungan (Jumpa Berlian Plus).

“Mengingat semakin meningkatnya kasus DBD di awal tahun 2019, dibandingkan dengan tahun sebelumnya, maka Pemerintah Kota (Pemkot) akan menggalakan Jumpa Berlian Plus lewat penggerakan PSN secara rutin dengan melibatkan semua masyarakat. Karena memang disadari, semua upaya yang dilakukan pemerintah, tidak akan berhasil tanpa dukungan dan partisipasi masyarakat, lewat pola dan perilaku hidup bersih rumah dan lingkungan,” tuturnya.

Sementara, Kepala Dinkes Kota Ambon, dr Wendy Pelupessy menambahkan, upaya Fogging oleh petugas kesehatam hanya bersifat pencegahan sementara, sehingga perlu ditunjang Abatesasi dan penggerakan PSN, serta terus mengajak dan menghimbau masyarakat agar mengutamakan pola hidup bersih dan sehat. “Fogging atau Pengasapan hanya dapat memberantas nyamuk dewasa, sementara jentik nyamuk pada air (genangan air atau penampungan air) tidak akan mati dengan proses pengasapan. Karenanya, Abatesasi perlu dilakukan untuk memberantas jentik nyamuk,” tutupnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed