by

3 JCH Kota Ambon Gagal Berangkat ke Tanah Suci, Ini Alasannya

AMBON,MRNews.com,- Dari total 165 Jamaah Calon Haji (JCH) Kota Ambon tahun 2022 yang terdaftar dan mengikut Manasik Haji, hanya 162 orang yang dipastikan naik haji. Tiga (3) JCH gagal berangkat ke tanah suci.

Kepala Kantor Wilayah Kemenag Kota Ambon, F Hasanussi katakan, memang kuota Kota Ambon 165. Namun tiga orang JCH gagal berangkat, hanya 162 orang. Hal itu lebih karena alasan prinsip soal syarat administrasi.

“Kan ada proses pelunasan biaya haji, dengan diberi tenggat waktu. Kalau tidak bisa kewajiban mereka itu yah, maka hak mereka pun tidak bisa dipenuhi. Itu pun sudah disampaikan kepada para cadangan dan tidak bisa kita ulur lagi,” jelasnya.

Menurutnya, selain administrasi, tidak ada alasan lain yang membuat mereka gagal berangkat. Termasuk faktor umur yang memang sudah sesuai ketentuan pemerintah Arab Saudi bahwa maksimal usia 65 tahun.

“Usia termuda JCH Kota Ambon 32 tahun, kelahiran 1989. Jadi semua rata-rata dari 32-65 tahun sesuai ketentuan,” urai Hasanussi usai silaturahmi dan pelepasan JCH Kota Ambon tahun 2022 di aula kantor Kanwil Kemenag Maluku, Sabtu (18/6).

Akibat gagal dilunasinya kewajiban sebagai JCH, tambahnya, jatah mereka pun diberikan kepada kabupaten/kota lain yang membutuhkan sehingga tidak mengurangi kuota provinsi.

“162 JCH akan masuk karantina di Asrama Haji Waiheru tanggal 22 Juni. Kota Ambon jamaahnya terbanyak dibanding Kabupaten/Kota lain. Selanjutnya 24 Juni ke Embarkasi Makassar dan 25 Juni bertolak ke Mekkah,” pungkasnya.

Sementara itu, Penjabat Walikota Ambon Bodewin Wattimena saat melepas JCH Kota Ambon katakan, meski hanya 162 yang berangkat dari seharusnya 165 orang, namun diharapkan tidak kurangi niat hati untuk bisa menunaikan ibadah haji dengan baik di tanah suci hingga selesai.

“Pemerintah dan masyarakat Kota tentu harapkan, 162 Jamaah yang berangkat ini, pada akhirnya nanti selesai ibadah di tanah suci dengan segala baik dan balik lagi ke Ambon dalam keadaan selamat dengan jumlah yang sama,” harap Wattimena.

Menurutnya, proses pendampingan dan bimbingan hingga terakhir di Manasik Haji dan sosialisasi Germas telah didapat. Itu semua menjadi bekal agar bisa menunaikan ibadah haji dengan tanpa kekurangan dan hambatan, sehingga pada akhirnya menjadi haji yang mabrur.

“Bagi yang belum dapat kesempatan berangkat haji tahun ini, jangan kecil hati. Masih ada kesempatan kedepan. Tetap ikhtiar dan berusaha. Sebab semua niat baik pasti ada jalan,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed