by

Pemerintah Didesak Jelaskan ke Rakyat Soal Harga BBM

-Maluku-1,985 views

AMBON,MRNews.com,- Pemerintah Indonesia didesak untuk menjelaskan kepada rakyat mengapa sampai hari ini belum dilakukan penurunan harga BBM. Pasalnya, harga minyak dunia saat ini bertengger diharga USD15 per barel.

Desakan itu diungkap Anggota Komisi VI DPR-RI Hendrik Lewerissa via seluler kepada Mimbarrakyatnews.com, Selasa (28/4).

Diakuinya, bagi Indonesia yang adalah negara pengimpor minyak, rendahnya harga minyak saat ini adalah kesempatan bagi pemerintah untuk membeli sebanyak banyaknya minyak untuk dijadikan cadangan nasional (national reserve).

Jika sampai saat ini pemerintah Indonesia tidak melakukan penyimpanan minyak untuk cadangan nasional maka hal itu dapat disebabkan karena pemerintah tidak punya cukup dana/anggaran untuk itu. Atau bisa juga disebabkan karena infra struktur penampung seperti tangki-tangki penampung cadangan minyak dalam jumlah yang banyak yang ada saat ini tidak memadai.

“Solusinya, pemerintah bisa menggunakan tangki tangki penampung milik perusahaan perusahaan minyak milik swasta lewat suatu perjanjian kerjasama,” usul wakil rakyat asal Maluku itu.

Memang kata Lewerissa, sulit bagi pemerintah untuk melakukan pembelanjaan yang akan menguras devisa karena pundi pundi negara memang diakui saat ini dalam kondisi sulit. Sebab prioritas diberikan untuk memastikan ketersedian sembilan bahan pokok dengan harga terjangkau di pasar melalui pasokan (supply) yang memadai apalagi dalam suasana Ramadhan dan menghadapi Lebaran 2020.

Selain itu paling mendesak, selain pangan adalah ketersediaan obat obatan dan peralatan medis khususnya APD seperti masker, sarung tangan, antiseptic dan lain-lain. Namun demikian, pemerintah harus menjelaskan kepada rakyat soal harga minyak ini.

“Ini kan ironis sekali, karena rakyat tahu harga minyak saat ini lagi rendah, mengapa harga jual BBM ditanah air masih seperti biasa, tidak juga turun. Jangan sampai rakyat yang memaksakan kehendaknya bertanya kepada pemerintah. Kalau sampai itu terjadi, wah ini bisa repot,” ingat politisi Gerindra.

Dijelaskan HL, sapaan akrab Lewerissa, harga minyak itu dipengaruhi dua faktor utama yaitu harga minyak mentah didunia dan nilai tukar rupiah. Kalau harga minyak turun tapi nilai tukar rupiah masih lemah terutama terhadap dollar Amerika Serikat maka memang tak mudah harga minyak diturunkan pemerintah.

“Tetapi harga minyak saat ini amat sangat rendah. Masa sih pemerintah tidak dapat menurunkan harga minyak?. Implikasinya sangat berat dirasakan rakyat didaerah-daerah yang jauh dari pusat distribusi BBM terutama didaerah pulau-pulau seperti di Maluku ini,” tegasnya.

“Kasihan rakyat kita, sudah susah karena covid 19, tambah susah lagi karena harga BBM belum juga turun. Kalau pemerintah berniat menambah pundi-pundi keuangan negara, maka pemerintah harus jelaskan hal itu ke rakyat. Jangan menunggu sampai rakyat meminta. Kita semua akan repot, apalagi dalam kondisi sulit saat ini,” harap mantan Cawagub Maluku. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed