by

Isolasi Mandiri di Rumah Tak Jalan, Pemkot Siapkan Sekolah

AMBON,MRNews.com,- Sistem isolasi mandiri 14 hari dirumah yang diterapkan pemerintah lewat gugus tugas bagi pelaku perjalanan dinilai tidak dipatuhi, karena ada warga yang setiba melakukan perjalanan langsung keluar rumah beraktivitas.

Akibat tak dipatuhi isolasi mandiri, membuat angka orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP) dan terkonfirmasi positif khususnya di Kota Ambon terus naik. Meski sejak tiga hari terakhir ini, angka positif stagnan pada 9 kasus.

Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon bersama gugus tugas pencegahan dan penanganan Covid-19 pun menyiapkan alternatif menggunakan ruang pada sekolah-sekolah tertentu yang jauh dari pemukiman sebagai lokasi isolasi terpusat.

“Sistem isolasi mandiri kita yang tidak jalan sehingga banyak pelaku perjalanan masuk kotak. Padahal kita percaya untuk isolasi mandiri dirumah masing-masing. Tapi ternyata masyarakat juga anggap ini main-main saja. Maka kebijakan yang ditempuh Pemkot, gugus tugas kota yaitu kita akan memberlakukan sistim isolasi mandiri yang terpusat,” ujar Walikota Ambon Richard Louhenapessy.

Dimaksudkan terpusat kata dia, diperuntukan kepada siapapun yang lakukan perjalanan dari daerah terpapar dan tiba di Ambon, lalu RT/RW akan melaporkan ke lurah, kepala desa/Raja.

“Jika tak melapor secara sukarela, pelaku perjalanan langsung akan dijemput petugas. Kemudian diisolasi pada tempat yang sudah disiapkan antara lain sekolah-sekolah,” bebernya.

Sekolah-sekolah itu lanjut Walikota, sudah dipilih yang jauh dari pemukiman warga. Kemudian dinas PUPR akan membuat ruang kelas sekolah dengan sekat. Dimana satu ruang akan berisi empat orang. Akan dibenahi lagi listrik, air. Pemkot pun akan siapkan makanan bagi mereka dengan berdayakan warga lingkungan sekitarnya.

“Jadi nanti ada ibu-ibu disekitar sekolah yang kita akan berikan modal agar mereka masak supaya itu juga bisa berdampak pada pemberdayaan keluarga-keluarga disitu. Tiap sekolah itu akan dikawal oleh Bhabinkamtibmas maupun Babinsa bersama Satpol-PP. Lalu kontrol kesehatan secara rutin pada mereka akan dilakukan dinas kesehatan,” tukas Louhenapessy via seluler, Kamis (16/4/20).

Selain itu, tambah dia, pihaknya juga sudah menyurati Angkasa Pura atau maskapai dan Travel agar saat ada pelaku perjalanan yang mendaftar berangkat pulang ke Ambon, kepada mereka diberitahu atau diberi bacaan, wajib karantina dua minggu bagi penduduk Ambon atau Maluku maupun yang bukan pada tempat isolasi yang sudah disiapkan.

“Kurang lebih ada 5-6 sekolah kita siapkan jauh dari pemukiman ditiap kecamatan. Untuk Sirimau karena kecamatan besar jadi mungkin disediakan 2-3 sekolah. Dikecamatan lain mungkin satu sekolah,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed