AMBON,MRNews.com,- Sebanyak 17 Uskup se-Indonesia menghadiri pesta perak 25 tahun Episkopal Uskup Diosis Amboina Mgr Petrus Canisius Mandagi, MSc dalam mengemban tangungjawab sebagai pimpinan umat Katolik di provinsi Maluku dan Maluku Utara, Rabu (18/9/19). Ke-17 pemimpin umat Katolik itu diantaranya Uskup Makassar, Manado, Lampung, Tanjung Karang, Padang, Palembang, Samarinda, Bandung, Malang, Kupang, Banjarmasin, Palangkaraya, Asmat, Pontianak dan 2 Uskup Bogor.
Tak hanya hadiri momentum perayaan perak, para Uskup itu bersama Uskup Amboina P.C.Mandagi juga memimpin misa Ekaristi Kudus yang berlangsung di Gereja Katedral St. Fransiskus Xaverius Ambon, dihadiri ribuan umat Katolik di Ambon. Bahkan moment sukacita Uskup Mandagi itu juga turut dirasakan keluarga dengan kehadiran lima (5) saudaranya yang juga biarawan-biarawati. Selepas misa Ekaristi Kudus, dilanjutkan dengan perayaan syukur di Gedung Serbaguna St. Fransiskus Xaverius Ambon.
Angka 25 tahun pun sebut Uskup Mandagi menunjukan bahwa seorang manusia selalu ada pertumbuhan. Artinya tidak selalu muda dan akan tua. Dengan usia 70 tahun sekarang dan masa jabatan 25 tahun, angka ini menyadarkan diri sendiri bahwa satu saat akan berakhir juga.
“Angka juga berikan pertanyaan apakah dalam usia 70 dan 25 tahun, saya sungguh menjadi alat Allah sebagai uskup? Apakah saya benar-benar jadi orang berguna bagi keuskupan atau tidak. Tapi bukan saya yang menilai, publiklah yang nilai itu,” bebernya.
Dengan motto Nil Misi Christum, menurutnya sesuai dengan pribadi dirinya yang konsekuen dan tegas, serta tidak mau macam-macam. Sebab jika sudah percaya Kristus, hanya pada Kristus saja. Kepercayaan itulah yang membuat sampai hari dirinya terus berjalan dengan keyakinan kuat hingga diangkat sebagai Uskup Provinsial Papua, dosen dan juga ketua pengawas keuangan Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI).
“Siapa yang anti kemanusiaan berarti dia anti Allah. Karena manusia adalah gambaran Allah. Kenapa tidak boleh ada konflik? Karena kita sama-sama manusia. Jangan membuat aksi tanpa pikiran, ide, gagasan. Tidak ada perdamaian tanpa keadilan. Dimana-mana terjadi ketidakadilan, pasti terjadi konflik,” akui pria yang hobi sepakbola dan tenis meja ini.
Sementara, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Eksekutif KWI Mgr Antonius Subiyanto di kesempatan itu merasa bangga karena Mandagi merupakan satu-satunya Uskup yang peduli terhadap bangsa dan negara. “Mandagi adalah Uskup yang mau dan mampu menjalankan tugas apa saja yang dibebankan kepadanya. Maka di usia ke 70, Mandagi diberikan anugerah untuk menjadi admistrator apostolik keuskupan agung Papua. Dengan moto Nil Nisin Kristum, tidak ada sesuatu yang lain selain Kristus,” tandas Antonius sampaikan pesan Ketua KWI. (MR-02)









Comment