AMBON,MRNews.com,- Walikota Ambon, Richard Louhenapessy optimis Kota Ambon dapat masuk sebagai top 45 kompetisi inovasi pelayanan publik (KIPP) 2019 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB). Harapan itu setelah Ambon terpilih menjadi top 99 pada kompetisi itu yang penghargaannya telah diterima Louhenapessy dari MenPAN-RB, Syafruddin di Ballroom Hotel Gumaya Tower-Semarang, Kamis (18/7/19).
“Tentu kita berharap masuk top 45 KIPP tahun 2019 dengan inovasi yang kita usung Ambon City of Music. Karena saat presentase di hadapan tim penguji, inovasi kita itu sangat diapresiasi. Selanjutnya kita akan persiapan karena tim nanti akan turun langsung untuk menilai kesesuaian presentase inovasi dengan fakta di lapangan. Kita harap yang terbaik, masuk top 45 dan bisa jadi prestasi,” ujar Louhenapessy kepada awak media di lantai II Balaikota, Jumat (19/7/19).
Diketahui, Top 99 inovasi diikuti 19 inovasi dari 12 kementerian, 8 pemerintah provinsi dengan 12 inovasi, 18 pemerintah kota menyumbangkan 21 inovasi, serta 27 pemerintah kabupaten lewat 41 inovasi pelayanan publik. Kompetisi ini juga diikuti lembaga dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan lima inovasi yang dihadirkan dari empat lembaga, serta satu inovasi dari satu BUMN.
Mereka yang ditetapkan sebagai Top 99 ini dipilih dari 3.156 proposal inovasi yang diajukan secara online melalui Sistem Informasi Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik). Inovasi-inovasi ini telah melewati tahap seleksi administrasi serta penilaian proposal dan dokumentasi inovasi.
Sebelumnya, MenPAN RB Syafruddin saat pemberian penghargaan pada top 99 mengatakan, kehadiran beragam inovasi pelayanan publik tidak lagi sekedar menjembatani kehadiran program pemerintah, tetapi juga mengakomodir kebutuhan masyarakat. Penghargaan inipun jadi momentum serta kolaborasi antar instansi pemerintah dalam menunjukkan komitmen agar pelayanan kepada masyarakat semakin lebih baik, selain bentuk apresiasi dalam menciptakan sinergi kepada masyarakat.
Diakui, atmosfer inovasi pelayanan publik semakin lama semakin meningkat, terbukti di tahun 2019 yang mendaftarkan sebanyak 3.156 inovasi. Hal ini menandakan, paradigma mengalami pergeseran yakni negara hadir menjamin masyarakat memperoleh hak-haknya melalui terobosan inovasi kreatif dan menyentuh masyarakat untuk mencapai kesejahteraan. Sebab inovasi lahir untuk menjawab tuntutan masyarakat dan dinamis dalam berbagai aspek kehidupan ditunjang kemajuan teknologi dan tetap menyesuaikan kearifan lokal.
“KIPP dimulai tahun 2014, trennya semakin meningkat dan puncaknya tahun ini diikuti 330 Kementerian, Lembaga, Pemprov, Kabupaten dan Kota. Total dari 2014 hingga kini tercatat 13.214 inovasi pelayanan publik. Saya mengapresiasi semua lini pelayanan publik, kementerian lembaga, pemerintah daerah atas kerja keras dan kegigihan melayani masyarakat. Semua inovasi dilahirkan untuk Indonesia lebih baik. Walaupun kepemimpinan organisasi berganti, inovasi tetap berjalan, jangan sampai berhenti,” ujar mantan Kabareskrim Polri itu.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo; Wakil Menteri Keuangan, Mardiasmo; Kepala Lembaga Administrasi Negara, Adi Suryanto; Direktur Utama Taspen, Iqbal Lantaro; Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris; Wakapolda Jatim, Brigjen Pol Toni Harmanto; serta para penerima penghargaan inovasi pelayanan publik. (MR-02)











Comment