AMBON,MRNews.com.- Tepat di hari ulang tahun Provinsi Maluku ke 78, sosok muda Maluku, Febry Calvin Tetelepta (FCT) mengajak insan pers di Maluku bacarita tentang bagaimana kondisi Maluku per hari ini dan bagaimana menyiapkan fondasi yang kokoh untuk menata Maluku di hari esok.
FCT yang juga adalah Deputi I Kepala Staf Kepresidenan memandang perlu mendudukan bagaimana Maluku dengan berbagai persoalan terutama mengurai angka kemiskinan dengan memperhatikan pertumbuhan ekonomi.
“Bacarita Maluku sangat penting di hari bae ini untuk mengenal Maluku hari ini dan bagaimana kita membangun fondasi yang kuat untuk membangun Maluku di esok hari. Maluku adalah bagaimana mengenal Maluku 11 kabupaten/kota dengan baik” ujar Tetelepta, Sabtu (19/8).
Maluku sebagai kompas untuk timur Indonesia sehingga fokus kita adalah bagaimana melihat kabupaten yang tertinggal sebagai penyumbang angka kemiskinan.
“Ada Lima kabupaten yakni Maluku Barat Daya (MBD), Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Kepulauan Aru, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) dan Kabupaten Buru Selatan (Bursel) yang perlu penanganan secara fokus agar segera lepas dari ketertinggalan sehingga angka kemiskinan bisa menurun sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi” urainya.
Maluku hari ini harus menyiapkan jangkar pertumbuhan ekonomi di setiap gugus pulau. Sehingga pembangunan tidak hanya fokus di Kota Ambon tetapi bagaimana keluar dan menilik daerah lain sehingga pembangunan bisa merata.
“Maluku terlalu lama miskin sehingga kita mesti cepat bergerak memulihkan Maluku dalam berbagai segi. Semua daerah harus aktif bergerak dengan bagaimana gubernur bisa merangkul bupati dan walikota untuk bicara bagaimana kondisi dan membangun daerah,” jelasnya.
Dengan kondisi Maluku yang kepulauan maka saatnya Maluku bisa mengembangkan potensi alam sebagai kekuatan untuk membangun Maluku sekaligus sumber daya manusia .
“Realitas kita adalah tingkat pengangguran terbuka meningkat sehingga banyak pemuda telah bergerak ke Maluku Utara karena Maluku rendah investasi,” tegasnya.
Dengan berbagai kelemahan maka Maluku mesti berbenah dengan fokus mengurai berbagai persoalan untuk menuntaskan tiap persoalan dengan menjaga dan membangun relasi dari berbagai bidang agar semua bergerak dengan cepat.
“Maluku perlu bergerak membangun semua relasi dengan cepat termasuk tanggap atas berbagai perjuangan dengan pusat. Harus diakui saat ini ada low respon sehingga berbagai pembangunan tidak berjalan dengan baik. Menata Maluku perlu tetap menjaga konektifitas karena itu kalau mau Maluku maju mari gandeng pers,” tutup Tetelepta. (MR-01)







