AMBON,MRNews.com,- Warga Talake, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Jumat (29/3/19) secara sukarela menyerahkan kepada TNI SSK IV Satgas Yonif 731/Kabaresi satu pucuk senjata api (Senpi) standart, laras panjang jenis Tomson M3 Kaliber. 4.45 MM buatan Amerika dengan nomor Jat G L B 301469 yang diduga digunakan warga saat konflik sosial 1999 silam.
Sertu Jacob Pattiradjawane selaku Danpos 8 SSK/IV Talake, mengaku, senjata api yang diserahkan warga memiliki kapasitas dengan kaliber peluru 4.45 ACP (11 mm), 9 mm dengan mekanisme Blowback rata-rata tembakan 400–450 butir/menit, dengan kecepatan peluru 280 m/s untuk jarak efektif 50 meter. 

“Senjata api dengan amunisi Magazen box 30 butir itu, diserahkan warga kepada kami dengan alasan mereka selalu merasa terbeban karena selama hampir kurang lebih 20 tahun menyimpan senjata api ilegal tersebut. Kini dengan diserahkan kepada aparat, warga yang bersangkutan merasa aman dan tidak terbebani,” paparnya.
Sementara, Danki SSK IV Satgas Yonif 731/Kabaresi Lettu Inf Vicodey B. Andreas yang dikonfirmasi membenarkan adanya penyerahan Senpi buatan Amerika tersebut dari warga kawasan Talake kepada petugas di pos setempat yang diduga dipakai saat konflik sosial di Ambon 1999 lalu.
Diserahkannya satu pucuk senjata api buatan Amerika Serikat tersebut, tambah Andreas, menjaga kemungkinan masih ada pucuk senjata-senjata api lain yang masih disimpan masyarakat kota Ambon pasca konflik sosial silam. Karenanya secara persuasif dan kedepankan kearifan kultur dan budaya petugas berusaha mendeteksi dan mencarinya.
“Kabaresi secara persuasif dan mengedepankan kearifan kultur dan budaya masyarakat setempat, dimana dalam pendekatan dan pembinaan tersebut terdeteksi bahwa masih adanya masyarakat yang menyimpan Senpi pasca digunakan beberapa tahun lalu, maka kami akan berusaha untuk mencarinya,” jelasnya. (MR-02)








Comment