by

Reses di Pinang Putih, Warga Keluhkan Air Bersih ke Latupono

-Politik-1,441 views

AMBON,MRNews.com,- Wakil Ketua DPRD Kota Ambon, Rustam Latupono memanfaatkan masa reses alias menyerap aspirasi masyarakat/konstituen untuk masa sidang I tahun 2019 dengan mengunjungi warga kawasan Pinang Putih, RT 06/RW 06, Negeri Hative Kecil, Rabu (20/2/19) malam. Mayoritas warga yang hadir pun menyuarakan aspirasi dan keluhan mereka tentang saluran dan akses air khususnya ke Pinang Putih atas yang kurang serta masalah penerangan jalan PLN (lampu) yang tidak ada.

Salah satu warga, Nasir Tidore dalam kesempatan itu katakan, warga selama ini konsumsi air dari mobil tangki dan hanya bisa bertahan selama tiga (3) hari saja sudah habis. Tentu dari sisi ekonomis, tidak menguntungkan warga karena harus beli setiap saat. Sementara tingkat ekonomi masyarakat berbeda-beda. Apalagi pipa yang selama ini dipasang pun, air jalan tidak maksimal. Padahal masyarakat butuhkan air agar dapat dikonsumsi secara baik dan seterusnya.

“Penerangan jalan selama ini pun bukan dari PLN tapi kesediaan masyarakat tiap rumah, meski tidak maksimal. Kita butuhkan, karena tiap malam akses masyarakat disini gelap dan pengaruhnya bagi orang tua lansia khususnya di malam dan dini hari ketika hendak sholat subuh. Air dan listrik jadi masalah utama kami disini. Kami apresiasi dan terima kasih karena pa Rustam mau datang dan dengar suara kami. Semoga beliau dapat diperjuangkannya,” katanya.

Sebelumnya, ketua RT 06/RW 06, Bukar Marasabessy menilai, kehadiran Latupono yang memilih kawasan Pinang Putih atas sebagai lokasi reses adalah satu penghargaan luar biasa bagi masyarakat. Karenanya, harus digunakan benar untuk menyampaikan aspirasi dan masalah yang terjadi sehingga dapat diperjuangkannya.

Dalam kesempatan itu, Latupono mengaku, reses adalah waktunya menjaring aspirasi masyarakat sekaligus “berkantor” di masyarakat. Karena itu, tidak baik bila kita berbicara banyak, sebaliknya ingin lebih banyak mendengar keluhan serta aspirasi warga. Sesuai ikhtiar, memberi diri untuk melayani masyarakat dan daerah, sehingga setiap tempat yang dikunjungi, apa yang menjadi kebutuhan warga, harus bisa wujudkan, sebab bagian dari ikhtiar dan komitmen. Dimana hingga kini, sudah 33 titik konsolidasi yang didatangi dan harapannya, Pinang Putih bagian dari ikhtiar itu.

“Dikritik, dimaki itu biasa dan wajib diterima sebagai wakil rakyat, tergantung niat kita. Insya Allah dengan kemampuan beta, beta akan coba perjuangkan aspirasi masyarakat. Pinang Putih bagian dari situ ketika sudah beta kunjungi. Beta komitmen, harus sama ucapan dan tindakan. Itu modal kita dalam politik, maka pasti rakyat akan percaya dan tetap memilih. Beda pilihan politik itu rahmat, tidak boleh saling menjatuhkan dan bertikai satu dengan lainnya. Politik hanya sehari, tapi hubungan orang basudara harus tetap terjaga dengan baik selamanya,” ujar politisi partai Gerindra itu.

Mengenai masalah air bersih, diakui Latupono, merupakan kebutuhan mendasar masyarakat dimanapun dan hal itu sudah tuntas dikomunikasikan dan koordinasi dengan pemerintah kota Ambon lewat dinas pekerjaan umum dan perumahan rakyat (PUPR) maupun PDAM kota Ambon, dimana telah masuk pada program prioritas APBD tahun 2019. Masalah hanya pada sumber air yang surut dan sulit ditemui. Maka nanti Dinas PUPR akan survey untuk mencari titik sumber air dan lakukan konstruksi dan pengeboran jika sudah ditemukan. Sedangkan soal lampu jalan, pemberdayaan kelompok usaha masyarakat dan lainnya akan ditindaklanjuti.

Sementara, Kabid Pengelolaan SDA dan Infrastruktur Dinas PUPR, Chandra Futwembun yang hadir pada kesempatan itu, di hadapan warga mengaku, tahun ini air bersih di Pinang Putih sudah masuk dalam APBD. Soal nilainya memang tidak terlalu besar, tapi yang penting adalah kebutuhan warga bisa terjawab. Karenanya, Dinas PUPR akan berkoordinasi dengan RT setempat untuk mencari sumber air. “Minggu depan kita sudah lakukan survey dan jika semua perencanaan berjalan baik tanpa ada halangan, Maret konstruksinya sudah bisa jalan. Apalagi anggarannya memang tidak terlalu besar jadi pasti mudah. Semua ini tidak lepas juga dari perjuangan pa Rustam,” tutup Chandra. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed