by

Maluku Daerah Kuning, Jangan Saling Menjatuhkan Antar Kader

-Politik-1,166 views

AMBON,MRNews.com,- Maluku adalah daerah kuning. Karenanya, sesama pengurus, kader termasuk calon anggota legislatif (Caleg) yang bertarung pada Pileg 2019 tidak boleh saling menjatuhkan, tetapi harus saling dukung dan topang untuk kebesaran dan kemenangan partai Golkar kedepannya. Sebab terlebih penting adalah bukan orangnya yang dibesarkan tetapi partai. Pileg dan Pilpres 17 April mendatang adalah momentum pembuktian kesolidan

“Maluku daerah kuning. Jangan saling menjatuhkan satu dengan lainnya, terutama para caleg. Kita besarkan partai bukan orang per orang. Kader harus buktikan itu di 17 April 2019 dengan siap menangkan partai Golkar di Maluku. Kemenangan harus kita raih. Dengan kehadiran ketua umum partai Golkar, pa Airlangga tentu menambah energi positif bagi kader untuk berusaha memenangkan Golkar di Maluku,” ujar Ketua DPD Golkar Maluku, Said Assagaff dalam temu kader dan konsolidasi partai Golkar se-Maluku bersama Ketua Umum Golkar di hall Maluku City Mall, Jumat (8/2/19).

Untuk saat ini, dikatakan Assagaff, partai Golkar termasuk di Maluku masih punya kendali dan memiliki modal sosial dan politik. Tinggal bagaimana kader dan caleg pohon beringin berinteraksi dengan rakyat selaku pemilih, guna memastikan bahwa aspirasi mereka akan terus diperhatikan dan diperjuangkan oleh partai Golkar sebagaimana tagline suara rakyat, suara Golkar.

Karenanya, sebut Assagaff yang juga Gubernur Maluku itu, kemenangan Golkar di 2019 akan ditentukan seluruh kader dan pejuang partai, dimana peluang itu terbuka lebar. Tergantung bagaimana mampu memanfaatkan setiap momentun dan terus meningkatkan kerjasama dengan internal dan rakyat. Karena target di Pileg tetap 1 kursi DPR RI dipertahankan Golkar, DPRD Provinsi menambah dua jadi 8 kursi dari yang saat ini enam (6) dan DPRD Kabupaten/Kota seluruhnya pimpinan DPRD dan fraksi utuh.

“Target kita Golkar Maluku, di DPRD Provinsi tambah dua (2) kursi jadi 8. Potensi tambahan dari Kota Ambon dan Maluku Tengah atau Kabupaten Buru. Sedangkan DPR RI kami bisa jamin tetap 1 kursi dipertahankan. Ini hitungan yang rasional, bukan muluk atau mengada-ada. Kita ingin rebut kembali pimpinan DPRD Provinsi supaya kebijakan Golkar kedepan benar-benar bisa terjawab,” beber Assagaff.

Menyoal Pilpres, Assagaff lantas memberikan penegasan bahwa selama Presiden dari masa ke masa hingga kini, belum ada Presiden yang datang berulang kali ke Maluku, ada hanyalah Presiden Jokowi. Artinya ini menunjukkan betapa kepedulian Jokowi bagi daerah dan masyarakat Maluku. Sehingga dalam keyakinan beliau kedepan pasti akan terus memperhatikan Maluku. “Kita harus jamin Jokowi-Maruf menang mutlak di Maluku.

Dimana muka kita kalau beliau kalah. Mari kita buktikan di 17 April 2019. Golkar menang, Jokowi-Maruf juga menang,” tutupnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed