by

Pemkot Akan Lakukan Pengendalian Masuknya Bahan Pencemar ke Teluk Ambon

AMBON,MRNews.com,- Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon akan berupaya

lakukan pengendalian terhadap masuknya bahan pencemar ke Teluk Ambon secara berkelanjutan, khususnya sampah atau limbah domestik maupun sampah atau limbah pertanian atau peternakan serta buangan limbah dari kapal (sewage). Hal ini sebagai tindaklanjut Pemkot dalam menyikapi terjadinya ledakan fitoplankton di Teluk Ambon Dalam dan hasil kajian LIPI tentang ledakan dan dampaknya.

Pengendalian ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya pencemaran masif terhadap laut di Teluk Ambon Dalam, yang bisa kembali menimbulkan ledakan alga atau fitoplankton, sehingga biota laut, ikan-ikan, kerang-kerangan dan kualitas air di Teluk Ambon khususnya tetap terjaga dengan baik dan dapat dikonsumsi masyarakat.

“Penyebab ledakan fitoplankton di Teluk Ambon dipengaruhi banyak faktor yang saling berkaitan, yakni tingginya kandungan nutrient yang berasal dari run off seperti sampah atau cemaran limbah rumah tangga, cemaran limbah pertanian dan peternakan, serta buangan limbah dari kapal-kapal yang masuk dan berlabuh di Teluk Ambon Dalam. Hal ini ditunjang faktor fisik oscanografi yaitu arus yang masuk ke Teluk Ambon Dalam mempunyai waktu referensi yang lama, karena kondisi perairan semi tertutup. Sehingga penting melakukan pengendalian bahan pencemar yang bisa merusak Teluk Ambon,” kata Walikota Ambon, Richard Louhenapessy kepada awak media di Ambon, Kamis (24/1/19).

Selain melakukan pengendalian, diakui Walikota, pasca penyampaian hasil kajian LIPI yang menyatakan ledakan fitoplankton tidak menimbulkan dampak negatif atau membahayakan dan mutu ikan di Teluk Ambon yang aman dikonsumsi, Pemkot Ambon juga bersama-sama akademisi dan lembaga terkait akan membangun jejaring dan terus melakukan pemantauan terkait ledakan fitoplankton, untuk mengantisipasi dan menghindari dampak lebih besar.

“Tindaklanjut lain adalah Pemkot Ambon juga dalam waktu dekat akan melakukan diskusi terfokus melibatkan narasumber berkompeten dan diikuti pemerintah daerah, para pakar, akademisi dan para pemangku kepentingan agar mendapatkan rekomendasi dan langkah-langkah konkrit bagi penyelamatan Teluk Ambon,” tutup Louhenapessy.

Sebelumnya diketahui, lembaga ilmu pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Pemkot Ambon menyampaikan hasil kajian LIPI terkait ledakan fitoplankton, bahwa tidak ada terjadi kematian ikan secara masal di Teluk Ambon Dalam; ledakan fitoplankton memang terjadi namun belum menimbulkan damapk negatif bagi pembudidaya ikan di Keramba Jaring Apung, karena kualitas air masih dalam kondisi baik atau masih dalam kriteria baku mutu untuk perkembangan dan pertumbuhan biota laut ikan; mutu ikan sesuai pengujian organoleptic di Keramba Jaring Apung pada Teluk Ambon Dalam masih baik sehingga ikan-ikan di Teluk Ambon Dalam aman untuk dikonsumsi; serta masyarakat diminta berhati-hati mengkonsumsi beberapa jenis kerang-kerang di Teluk Ambon Dalam, mengingat ada yang memiliki konsentrasi saksitoksin yang melebihi ambang batas. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed