AMBON,MRNews.com,- Pesta Paduan Suara Gerejani (PESPARANI) Katolik Nasional pertama di Kota Ambon, Provinsi Maluku, 27 Oktober-1 November 2018 resmi berakhir, dengan ditutup secara resmi oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Prof Yohana Yembise mewakili Presiden lewat pemukulan tifa bersama Gubernur Maluku, Said Assagaff, Ketua Umum LP3KN, Adrianus Meliala, perwakilan KWI, Dirjen Bimas Katolik Kemenag RI, Eusebius Binsasi dan Ketua Umum Panitia, Zeth Sahuburua di Lapangan Merdeka Ambon, Kamis (1/11/18) malam.
Penutupan tersebut sekaligus menobatkan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai juara umum PESPARANI Katolik Nasional I dengan mengumpulkan total 299 poin, sekaligus menggondol piala tetap, piala bergilir Presiden RI dan uang pembinaan sebesar Rp 50 juta. Keberhasilan tersebut karena Kaltim sukses meraih champions pada tiga kategori lomba per 25 poin yakni cerdas cermat rohani (CCR) anak, Mazmur anak dan paduan suara anak, hitungan raihan emas 25 poin dan partisipasi semua mata lomba . Sedangkan peraih nilai tertinggi kedua mendapat uang pembinaan Rp 45 juta, juara ketiga Rp 40 juta, juara keempat Rp 35 juta dan juara kelima Rp 30 juta. Sisanya, mendapat uang pembinaan masing-masing Rp 15 juta.
Sebelum menutup PESPARANI, Menteri Yohana Yembise menitipkan pesan Presiden kepada seluruh umat Katolik yang berlomba di PESPARANI bahwa kebhinekaan adalah kekayaan terbesar yang dimiliki bangsa ini, maka kebhinekaan yang dibentuk tokoh-tokoh pendiri bangsa dari Sabang-Merauke harus dapat dipertahankan, karena sebagai bangsa majemuk perlu menjaga dan melestarikan kebhinekaan dengan persatuan, kerukunan dan persaudaraan sehingga akan membawa Indonesia sebagai negara yang besar dan dihormati di dunia.
“Akhir dari PESPARANI I ini kita harapkan terjalin kebersamaan, persekutuan dan terbangunnya persaudaraan sejati sebagaimana motto-nya. Karena target juara pasti semua orang ingin raih, tetapi terpenting adalah bagaimana PESPARANI jadi kegembiraan dan perjumpaan iman untuk saling mencintai dan merukunkan hidup dalam kebhinekaan lewat mazmur dan nyanyian yang dilantunkan selama seminggu lamanya. Bagi yang menang jangan sombong dan terus menempa diri serta bagi yang belum menang, jangan berkecil hati, never give up. Ini bukan akhirnya,” tukas Yembise.
Sedangkan Gubernur Maluku, Said Assagaff dalam sambutannya menegaskan, pihaknya bersukacita karena bisa menyelenggarakan PESPARANI Katolik Nasional pertama dan akhirnya dapat berjalan baik serta lancar. Sukacita tersebut bertambah, tatkala suksesnya PESPARANI dan sebelumnya MTQ serta PESPARAWI nasional membuktikan Maluku layak jadi laboratorium kerukunan umat beragama. Karena partisipasi dan keterlibatan semua agama didalamnya tanpa kecuali. Artinya, ini momentum milik bersama semua agama untuk membangun persaudaraan sejati.
Sejarah mencatat, ujar Assagaff, api injil PESPARANI di mulai dari Maluku, tanah raja-raja dan akan berakhir. Tetapi semangat semua orang di negeri ini, umat Katolik tidak boleh berhenti namun harus terus bergelora dan mengabarkan kepada Indonesia dan dunia tentang Maluku, sebagai locus membangun persaudaraan sejati.
“33 Provinsi mendapat kesan, Ambon dan Maluku manis, toleran, ramah dan inklusif. Artinya, kesuksesan PESPARANI menunjukkan kita sedang mendemonstrasikan hidup orang basudara di Indonesia sebagai kekuatan besar dan menjadi kohesi membangun kerukunan antar umat beragama di Maluku. Semua yang terjadi bagi Maluku sebagai tanda pembangunan peradaban. Juara adalah target tapi lebih dari itu, utamanya membangun peradaban agama-agama sebagai harmonisasi hidup. Semua kebanggan ini sukses bersama kita semua tanpa kecuali,” tegasnya.
Sementara Ketua Panitia PESPARANI, Zeth Sahuburua menegaskan, suksesnya PESPARANI menandakan sungguh Tuhan telah memerintahkan berkatnya bagi umat Katolik di Maluku. Serta terjadi karena partisipasi tanpa pamrih dari semua agama di Maluku, yang pelaksanaannya setara dengan MTQ dan PESPARAWI nasional. “PESPARANI ini produk keagamaan tapi bermakna toleransi, persaudaraan, persekutuan, merajut dan menjaga kebhinekaan. Terima kasih atas dukungan dan partisipasi semua pihak termasuk masyarakat Maluku dan Kota Ambon khususnya. Ini sukacita dan kebahagiaan kita semua,” tegas Wakil Gubernur Maluku itu. (MR-02)









Comment