by

Investor China Lirik Maluku Untuk Berinvestasi

-Maluku-1,345 views

AMBON,MRNews.com,-Investor asal China dari berbagai perusahaan skala internasional kembali melirik Maluku untuk berinvestasi. Keinginan rombongan pengusaha dari negeri tirai bambu itu disampaikan saat melakukan kunjungan dan bertemu langsung dengan Gubernur Maluku, Said Assagaff di ruang rapat lantai II, Kantor Gubernur Maluku Senin (8/10/18).

Duta Besar (Dubes) RI untuk China dan Mongolia, Djauhari Oratmangun sendiri yang langsung mendampingi rombongan investor yang ingin menjajaki kerjasama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku. Turut bersama pula mantan anggota DPRD Maluku, Dharma Oratmangun dan anggota DPRD Kabupaten Maluku Tenggara, Gerry Habel Hukubun.

Beberapa hal ditanyakan oleh rombongan seperti Andrew Zheng (Zheng Lie-Lie) dari perusahaan Shenzhen Foontain Corporation, Chen Jie dari TBEA Xin Jiang dan Andrew Zheng (Zheng Zhi Qiang) PT Nusa Ina Gempita-Jakarta mulai dari iklim investasi sampai dengan potensi yang paling potensial di daerah bertajuk seribu pulau ini.

Dalam paparannya, Gubernur menyebutkan tentang potensi ikan di Laut Maluku, yang memiliki 4 juta ton ikan dan potensialnya di laut Banda, Arafura dan laut Seram. Dimana sampai saat ini, yang baru tereksplore atau ditangkap sebanyak 600 ribu ton. Selain itu, untuk mendukung pengembangan industri perikanan, Maluku juga memiliki infrastruktur pendukung berupa pelabukan perikanan. “Ada 12 pelabuhan perikanan yang nanti bisa dikelola. Ada juga beberapa yang belum aktif. Kedepan juga akan ada pengembangan industri perikanan terbesar di Dobo dan di Pulau Ambon yakni di Waai,” jelasnya.

Masih kata Gubernur, terkait dengan ekspor termasuk ekspor ikan, sejak Januari lalu, kepengurusan dokumen ekspor telah dikeluarkan di Ambon. “Jika sebelumnya, pengurusan dokumen dikeluarkan di Bali, Jawa Timur dan Jakarta, sekarang tidak lagi. Dan tiap hari, dengan menggunakan jasa cargo penerbangan Garuda setiap pagi,  itu  bisa kita kirim ikan segar 3 sampai 4 ton ke Jakarta, Tokyo, Australia, Singapura dan Malaysia,” ungkap Assagaff.

Kedepan untuk pembukaan rute penerbangan, melalui Dubes RI di Jepang, telah memastikan akan ada penerbangan dari Hokaido ke Ambon. “Untuk itu, saya berharap, pasar China juga bisa mengambil peran yang cukup besar,  karena kami tahu, saat ini dari China ke Manado sekarang sudah ada penerbangan langsung. Ini tentunya akan lebih mudah, dari Manado ke Ambon saja kita sudah bisa mengirimkan ikan segar ke China,” tuturnya.

Selain perikanan, Gubernur juga memaparkan komoditi-komoditi tradisional yang unggul di pasar dunia, seperti cengkeh, pala dan kelapa. “Sekarang, ini sudah mulai dipasarkan air kelapa sebagai bahan dasar mineral water. Kami disini punya luas lahan tanaman kelapa 114 ribu hektar, dengan produksi kelapa sekitar 113 ribu ton,” imbuhnya.

Begitupula dengan potensi pala, dimana di China banyak dimanfaatkan untuk pengobatan herbal. “Kami sudah tanam di SBT  hampir 1 juta  anakan dan sekarang ini sudah mulai produksi,” kata Assagaff.

Sedangkan untuk potensi pariwisata, sebut Assagaff, Maluku memiliki potensi wisata bahari, alam dan sejarah. “Di Pulau Buru misalnya ada Danau Rana. Pulau Seram,  Pulau Banda dan Pasir Panjang yang terletak di Kei, Kabupaten Maluku Tenggara. Untuk, Maluku Tenggara sudah ada bandaranya dan kita  sedang usahakan pembukaan jalur penerbangan rute Darwin-Ambon. Di Pulau Banda juga sudah ada bandara, dan saat ini kita merencanakan pengembangan infrastruktur bandaranya,”  jelasnya.

Potensi lainnya, kata Assagaff, bahan baku untuk pengolahan semen di Pulau Buru dan SBT. “Ini juga bisa dilakukan survey karena potensinya juga cukup besar untuk kedepan bisa dikembangkan pabrik semen di sana,” ujarnya.

Berkaitan dengan sejumlah investor yang menaruh hati untuk berkiprah di Maluku, Assagaff juga menyampaikan, dalam waktu dekat Pemprov Maluku akan menerima Duta Besar Turki. “Dan 15 November mendatang juga akan datang Duta Besar New Zealand bersama beberapa pengusaha ke Maluku berkaitan dengan sektor energi terbarukan,” ucapnya.

Dirinya berharap, semakin banyak dilirik investor dan direalisasi, maka perekonomian Maluku akan terus berkembang lebih baik.  “Tentu saja kami berharap, nantinya ada Memorandum of Understanding (MoU)  atau langkah-langkah yang baik ke depan dalam rangka pengembangan ekonomi kedepan di Maluku,” pungkasnya (MR-02/IH).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed