by

DPRD Maluku Ingatkan Jangan Lagi Ada Jalur ‘Titipan’ Catar Akpol

AMBON,MRNews.Id.- Kendati pihak Polda Maluku, telah menegaskan bahwa penerimaan calon taruna dan taruni (Catar) Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2026, transparan dan bebas dari jalur titipan, terus mendapat perhatian serius.

Ini setelah korps Bhayangkara kembali diingatkan agar profesional dan terbuka menyeleksi putra dan putri Maluku yang berkualitas sesuai aturan main mengabdi sebagai anggota Kepolisian.

Setelah sebelumnya, para orang tua (Ortu) Catar Akpol was-was anaknya yang mengikuti seleksi di korbankan akibat praktek jalur titipan, kini wakil rakyat ikut menyuarakan seleksi Catar Akpol di Polda Maluku, sesuai aturan main.

“Sebagai wakil rakyat dan Wakil Ketua Komisi I DPRD Provinsi Maluku, berharap seleksi Catar Akpol harus profesional dan transparan. Jangan lagi ada jalur titipan,”harap Wakil Ketua Komisi I DPRD Provinsi Maluku, Edison Sarimanela, Senin (25/5).

Dia berharap, dalam proses seleksi, administrasi, jasmani, kesehatan, hingga penentuan akhir di tingkat pusat, berdasarkan hasil tes, bukan rekayasa atau titipan.”Proses seleksi betul-betul murni. Jangan ada tebang pilih,”tegasnya.

Apalagi, ingat Wakil rakyat dari daerah pemilihan Kota Ambon ini, Sumber Daya Manusia (SDM) putra dan putri Maluku mumpuni dan layak menjadi anggota Kepolisian lewat jalur Akpol.

“SDM kita di Maluku cukup banyak. Tentu mereka diseleksi sesyai aturan main, sehingga calon perwira Kepolisian memiliki kapabilitas (kemampuan yang dimiliki) dan bukan karena titipan,”ingatnya.

Meski begitu, politisi Partai Hanura itu optimis, kepemimpinan Kapolda Maluku, Irjen Pol Prof Dr Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si diberbagai kesempatsn berkomitmen menyeleksi Catar Akpol sesuai harapan masyarakat Maluku.

“Jangan sampai masyarakat Maluku dibuat kecewa karena proses seleksi Catar Akpol tidak transparan. Kita berharap semuanya berjalan baik sesuai mekanisme, sehingga Catar Akpol yang dinyatakan lolos seleksi dengan nilai murni bukan karena rekayasa atqu titipan “pungkasnya.

Sebelumnya, meski tim reformasi Kepolisian dan Kapolri, Jenderal Sigit Prabowo menegaskan, penerimaan calon Akademi Kepolisian (Akpol) tidak ada titipan, tidak serta merta membuat orang tua (Ortu) dari calon taruna dan taruni Akpol, lega.

Mereka justeru, was-was dan resah, meski penerimaan Akpol kali ini transparan dan terbuka, namun sistim budaya jalur “titipan” yang masih diduga dipraktekan oknum petinggi negara dan oknum petinggi Korps Bhayangkara itu, masih menghantui, sehingga membuat Ortu berharap penerimaan Akpol kali ini, budaya titipan tidak lagi di praktekan.

“Kami berharap penerimaan Akpol kali ini murni dan sesuai hasil tes. Jangan ada lagi ada jalur titipan,”harap salah satu Ortu Akpol.

Ortu calon Akpol yang enggan namanya diwartakan berharap, jika hasil seleksi Akpol, menghasilkan 5 calon Taruna Akpol yang lolos ke pusat, tidak ada yang gugur.”Kita berharap yang lolos seleksi ke pusat harus lolos murni dan tidak lagi ada intevensi, dan ada jalur khusus seperti titipan,”harapnya.

Untuk itu, dia berharap, harapan dan komitmen tim reformasi Kepolisian dan Kapolri agar tidak ada lagi titipan, harus menjadi dasar bagi Polda Maluku, agar dalam proses seleksi Akpol benar-benar bersih dan transparan.

Sementara itu, Polda Maluku menegaskan komitmennya mewujudkan rekrutmen Polri yang bersih, transparan, dan bebas praktik kecurangan kembali ditegaskan dalam pelaksanaan seleksi Taruna dan Taruni Akpol Tahun Anggaran 2026 di wilayah Maluku.

Buktinya, proses seleksi Uji Kesamaptaan Jasmani yang digelar di Lapangan Letkol Pol (Purn) Chr. Tahapary, Tantui, Kota Ambon, Kamis (21/5/2026), dipantau langsung oleh Irwasda Polda Maluku Kombes Pol I Made Sunarta, S.E., M.H., bersama jajaran pengawas internal dan eksternal guna memastikan seluruh tahapan berjalan objektif dan akuntabel. (**)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed