by

OPD Diharapkan Terus Intensifkan Promosi ACWM

AMBON,MRNews.com,- Ambon Music Office yang digawangi Ronny Loppies menilai, peran organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon dalam membantu dan mendorong percepatan Ambon City of World Music (ACWM) tahun 2019 belum optimal. Karena itu diharapkan OPD terus mengintensifkan promosi dan sosialisasi massif lewat program maupun kegiatan-kegiatan yang dilakukan.

“Karena memang sosialisasi juga belum berjalan ke semua OPD, itu belum dilakukan. Lalu pertemuan-pertemuan yang melibatkan OPD dalam kegiatan music, sudah ada tapi masih kurang memberi kekuatan begitu bahwa kota music dunia nanti seperti apa. Harapnnya bersama-sama semua elemen saling membantu, lewat komando di AMO,” tandas Loppies kepada awak media di press room Pemkot Ambon, Kamis (13/9/18).

Menurut Loppies, yang semestinya diciptakan OPD adalah sebenarnya membangun ekonomi kreatif. Karena apa saja yang bersentuhan dan mengutamakan kepentingan masyarakat, pasti ada hubungan dengan ekonomi kreatif. Dimana music ada sebagai magnet berkembangnya ekonomi kreatif, tetapi juga sektor ekonomi lainnya. Karena music bukan sektor unggulan, tapi sub sektor unggulan Bekraf.

“Memang, ada OPD yang sudah melihat hal itu juga sebagai pemacu. Misalnya, lewat kegiatan-kegiatan HUT Kota Ambon kemarin dengan lomba menyanyi solo dan paduan suara, terlihat OPD sudah mulai memberi ruang, dimana music sebagai bagian dari upaya bersama menuju apa yang dicita-citakan. Tapi kalau dibilang terencana secara baik itu masih butuh proses atau penyesuaian,” bebernya.

Terkait dampak dari music terhadap sub sektor lainnya, bisa ekonomi kreatif atau bukan, bagi Loppies, Itu yang penting dibangun. Artinya, dengan mengajukan diri sebagai anggota jejaring kota-kota kreatif UNESCO tahun 2019 dengan bidang kreatif adalah music, maka kota kreatif harus terbentuk sebagai kota yang ramah lingkungan, belas asih, asuh dan asah segala bentuk harus ada, ruang-ruang publik bagi penyandang disabilitas juga harus didorong, menciptakan kenyamanan kepada masyarakat, rasa toleransi harus ditumbuhkan, tetapi perlakuan utamanya adalah dengan pukulan dari music.

“Itu yang membuat suatu kota bisa berubah secara drastis. Berkaca dari kota Bandung, Bandung Creative Cities Forum (BCCF), organisasi LSM yang tidak berada di bawah pemerintah. Dia membuat kota jadi sangat kreatif. Ini yang sementara kita pacu dan lakukan, tentu dengan melalui tahap demi tahap. Tidak mentok akhirnya di 2019 saja, tapi pasca itu secara kontinu,” tutupnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed