AMBON,MRNews.Id.- Ketua Komisi I DPRD Provinsi Maluku, Solichin Buton, mengatakan pentingnya langkah cepat dan terpadu dalam menangani konflik yang terjadi di Kabupaten Maluku Tenggara dengan membentuk tim terpadu yang akan melakukan investigasi langsung di lapangan.
Pasalnya konflik yang terjadi bukan baru pertama kali namun berulang kali dan penanganannya tidak tuntas . Di tahun 2024 hingga 2025 kejadian serupa sebanyak tujuh kasus. Tagal itu , Komisi I melakukan rapat bersama dengan Polda Maluku, Pemerintah Provinsi Maluku dan mitra terkait untuk mencari solusi menuntaskan konflik Malra agar tidak berkepanjangan .
“Kesepakatan yang kami ambil melalui rapat bersama yakni, membentuk tim terpadu untuk melakukan kunjungan ke Maluku Tenggara, guna menangani konflik sosial dan menjaga stabilitas daerah,” tegasnya.
Karena itu, pihaknya mendesak Kapolda Maluku untuk segera menindak tegas pelaku konflik dan memberikan efek jera, termasuk melakukan sweeping terhadap senjata tajam yang berpotensi memicu kekerasan.
“Kami minta Polres Maluku Tenggara segera melakukan penyitaan terhadap senjata tajam dalam bentuk apapun agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tambahnya.
Solichin juga menyoroti dua faktor utama pemicu konflik yakni, peredaran minuman keras dan narkoba. Karena itu dirinya meminta aparat keamanan memperketat pengawasan, khususnya terhadap narkoba yang diduga masuk melalui jalur laut.
“Kami mendapat informasi bahwa narkoba diselundupkan lewat transportasi laut yaitu kapal. Ini harus ditindak tegas agar wilayah tersebut aman dan nyaman,” tegasnya.
Selain aspek keamanan, Ketua Komisi I DPRD Maluku juga menekankan pentingnya percepatan proses perizinan bagi masyarakat yang hendak menjalankan usaha. Hal ini dinilai penting agar masyarakat dapat bekerja secara legal dan produktif.
” Kami berharap konflik Malra dapat segera dituntaskan dengan penegakan hukum yang tepat” tutupnya. (MR-01)
.











Comment