AMBON,MRNews.Id.- Kepala Dinas Penddikan (Kadisdik) Kota Ambon, Edy Taso mengatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, melalui Dinas Pendidikan (Dindik) memberikan penjelasan terkait kerjasama di bidang pendidikan dengan Kyoto Jepang, yang dikemas dengan program Program Study and Work In Japan” telah berakhir di tahun 2019.
“Kerjasama Pemkot dengan Kyoto Jepang tahun 2014 dan sudah berakhir di tahun 2019,”ujar Taso kepada wartawan di Balai Kota Ambon.
Menurutnya, sejak kerjasama ini berjalan, Pemkot telah mengirimkan 15 orang mahasiswa dan seluruhnya telah selesai melaksanakan studi hingga pulang dan mengabdi di penerintah Kota Ambon.
Sementara untuk perpanjangan kerjasama harus dilakukan paling lambat enam bulan sebelum masa berakhir dan banyak persyaratan yang mesti dipenuhi, sebab melibatkan dua negara.
“Sesuai permendagri Nomor 25 Tahun 2020 tentang Tata Cara Kerjasama Daerah dengan Pemerintah Daerah di Luar Negeri dan Kerjasama Daerah dengan Lembaga Luar Negeri menyatakan bahwa objek kerjasama itu urusan pemerintah. Kalau kita melanjutkan kerjasama pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri akan mengecek kembali,”sergahnya.
Orang nomor satu di Dinas Pendidikan Kota Ambon itu, membantah tudingan bahwa pihaknya tidak serius dalam kerjasama ini sehingga dihentikan sepihak oleh Kyoto. Padahal faktanya memang kerjasama itu telah berakhir.
“Kita diajak ke Jepang oleh pihak koordinator untuk menyampaikan ucapan terima kasih secara formal dan sekaligus melanjutkan kerjasama, tanpa didahului dengan mekanisme atau berangkat tidak sesuai prosedur, jelas ini salah sasaran,” ujarnya .
Ditambahkan saat kerjasama dengan Kyoto tahun 2014 silam, pendidikan menengah dalam hal ini SMA/SMK se-derajat masih dibawah kewenangan Pemkot sehingga ada dasar dalam mendukung pembiaayaan atau beasiswa. Namun saat ini kewenangan tersebut dialihkan ke provinsi sehingga sudah tepat kerjasama ini tidak diperpanjang lagi saat ke-15 mahasiswa tersebut selesai studi. (MCAMBON)











Comment