AMBON,MRNews.com,- Walikota Ambon, Richard Louhenapessy mengaku kecewa dengan para kepala sekolah (Kepsek) yang tidak terlibat atau partisipasi dalam lomba nyanyi tunggal antar Kepsek tingkat SD dan SMP, baik saat babak penyisihan maupun final, jelang HUT ke-443 Kota Ambon.
Hal itu disampaikan Walikota dalam sambutannya saat grand final lomba nyanyi antar Kepsek tingkat SD-SMP di depan kantor dinas pemadam kebakaran dan penyelamatan Kota Ambon, kawasan A.Y. Patty, Sabtu (1/9/18).
“Untuk Kepsek yang tidak ikut lomba menyanyi ini, saya kecewa dan heran, mengapa. Para Kepsek itu, tidak layak jadi Kepsek, kalau untuk nyanyi tidak terlibat. Artinya mereka tidak mendukung program dan kegiatan yang dilakukan menjelang HUT Kota Ambon,” tandas Walikota.
Namun begitu, dirinya memberi apresiasi kepada para Kepsek SD-SMP se-Kota Ambon yang telah berpartisipasi ikut kegiatan ini. Selain memperlihatkan Ambon yang harmonis (harmonisasi sosial) diantara Kepsek bahwa Kepsek juga bisa, tetapi sebagai wujud keyakinan Ambon layak menjadi kota musik dunia pada tahun 2019 oleh UNESCO.
Dalam momentum tersebut, pegiat media sosial Shafiq Pontoh juga menyampaikan permintaan maaf kepada ribuan masyarakat Kota Ambon yang hadir menyaksikan final lomba nyanyi, karena telah membuat pernyataan kontroversial terhadap warga Ambon pada salah satu stasiun TV swasta beberapa waktu lalu dan sempat viral di semua media sosial maupun elektronik.
Diketahui, ada 35 peserta yang tampil dalam final nyanyi solo tersebut, baik tingkat SD maupun SMP. Hadir pada kesempatan itu, wakil walikota Ambon Syarif Hadler, Sekkot Ambon A.G Latuheru dan pimpinan OPD, Forkopimda Kota Ambon, calon anggota DPD RI Edy Sambuaga, pegiat media sosial, Shafiq Pontoh. (MR-02)











Comment