by

Festival Hadrah & Karnaval Budaya Diharapkan Bisa Persatukan Warga Batumerah

AMBON,MRNews.com,- Festival Hadrat dan karnaval budaya yang diinisiasi pemuda dan pemudi Negeri Batu Merah Kecamatan Sirimau Kota Ambon rutin dilakukan setiap hari besar keagamaan umat Islam baik Idul Fitri maupun Idul Adha.

Tua muda, orang dewasa hingga anak-anak larut dalam sukacita festival yang bertujuan menjaga tradisi dan budaya ke-Islaman itu hingga turun temurun.

Seluruh mata dari berbagai penjuru di kota Ambon tak luput memandang momen setahun sekali itu yang kini dihelat dalam rangka hari raya Idul Adha 1444 Hijriah, Kamis (29/6).

Bahkan menariknya, kegiatan itu turut diikuti pemerintah dan saniri Negeri Passo, saudara Pela dari Batumerah, sebagai representasi masyarakat Negeri Passo.

“Setiap tahun ketika ada event ini kami terlibat tanpa kecuali. Karena kan Passo saudara Pela dengan Batumerah. Kami berusaha jaga tradisi ini agar dikenang anak cucu kedua negeri,” kata Ketua Ketua Saniri Negeri Passo, Felix Tuhilatu.

Penjabat Walikota Ambon Bodewin Wattimena yang ikut saksikan festival Hadrah dan karnaval budaya Negeri Batumerah menilai, ini kegiatan seni budaya yang terus dilakukan masyarakat Batumerah setiap tahun.

“Pemerintah Kota (Pemkot) memberi apresiasi dan mendukung kegiatan seperti ini. Karena kita menjaga nilai-nilai budaya supaya tidak tergerus oleh kemajuan zaman, teknologi informasi,” jelasnya.

Maka diharapkan semua negeri/desa di kota Ambon dapat mengikuti jejak Batumerah dengan mengembangkan budaya lokal demikian, sebagai promosi kepada warga luar Ambon dan wisatawan.

“Pemkot mendorong pembentukan sanggar pada seluruh desa/negeri dan kelurahan selain untuk mendukung Ambon kota musik tapi juga mendukung pengembangan pariwisata alam yang dipadukan dengan wisata budaya,” pintanya.

Lebih lanjut kata dia, festival Hadrah dan karnaval budaya Negeri Batumerah ini bisa masuk dalam kalender pariwisata setiap tahun, yang dipadukan pula dengan desa/negeri lainnya.

Sebab itu, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan harus juga proaktif terkait tujuan dimaksud. Minimal inventarisir, identifikasi sanggar-sanggar budaya di kota ini, berikan support dan dukungan finansial bagi keberlanjutan mereka.

“Kami berharap momen ini (festival Hadrah dan karnaval budaya-red) bisa menyatukan semua perbedaan. Ini Negeri besar, harus tetap aman. Harus kita jaga situasi keamanan dan ketertibannya,” harapnya.

“Kami berharap agar masalah suksesi Raja tidak pengaruhi hubungan persaudaraan antara sesama anak negeri Batu Merah,” pungkas Wattimena. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed