AMBON,MRNews.com,- Wilayah Arbes-Ahuru, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau menjadi salah satu lokasi paling krusial masalah penumpukan sampah yang dibuang masyarakat.
Bagaimana tidak, sudah lebih dari 10 kali Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) melakukan pengangkutan sampah disana.
Padahal lokasi Arbes-Ahuru yang sering jadi sasaran tempat pembuangan sampah itu sejatinya bukanlah Tempat Pembuangan Sampah (TPS) umum yang disediakan pemerintah melainkan lahan kosong milik warga.
Himbauan sering diberikan Pemkot kepada masyarakat agar tidak membuang sampah di wilayah tersebut, bahkan berulang kali, tapi tak pernah diindahkan.
Parahnya, sampah yang dibuang masyarakat di kawasan tersebut dalam dua pekan hingga sebulan bila tidak diangkut, mulai menggunung hingga meluber ke badan jalan.
Fakta itu ditemui dalam beberapa pekan terakhir di Arbes-Ahuru. DLHP Kota Ambon kemudian bergerak lakukan pengangkutan, Rabu (21/6). Total sampah yang terangkut bahkan mencapai ratusan ton.

“Ada 170 Ton sampah yang kita angkut hari ini (kemarin-red),” kata Plt Kabid Persampahan DLHP Kota Ambon, Nizar usai pengangkutan.
Dikatakan Nizar, pengangkutan ratusan ton sampah tersebut, menggunakan satu unit eksavator, 15 Dum Truck dan enam unit Amrol, dimana setiap Dum Truck dan Amrol dua kali melakukan pengangkutan.
“Ada 15 Dum Truk dan Enam Amrol yang hari ini mengangkut ratusan ton sampah di Arbes-Ahuru ini. Kita sudah angkut disini kalau mau dihitung-hitung telah lebih dari 10 kali. Jadi bukan baru kali ini saja,” ungkapnya.
Terkait masalah pembuangan sampah pada lokasi dimaksud, Nizar mengaku, masyarakat mestinya sadar dan tertib bahwa itu bukan tempat sampah umum.
“Jadi memang untuk masalah sampah ini, kita hanya butuh kesadaran masyarakat. Buang sampah pada tempat dan waktunya. Itu saja,” harap Nizar.
“Sebab di Arbes-Ahuru itu lahannya orang, bukan tempat sampah umum. Kalau bukan TPS yang disediakan pemerintah otomatis saat mobil sampah jalan angkut tiap hari, wilayah disitu tidak terakomodir,” kunci Nizar. (MR-02)











Comment