AMBON,MRNews.com,- Kepala BPS Provinsi Maluku, Dumangar Hutauruk mengatakan, ekonomi Maluku triwulan II-2018 tumbuh 5,47 persen (y-on-y). Dimana dari sisi produksi, pertumbuhan didorong oleh hampir semua lapangan usaha, dengan pertumbuhan tertinggi dicapai lapangan usaha industry pengolahan yang tumbuh 11,04 persen. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai komponen pembentukan modal tetap bruto yang tumbuh sebesar 10,42 persen.
“Dibanding triwulan II-2017, ekonomi Maluku triwulan II-2018 (y-on-y) tumbuh 5,47 persen. Pertumbuhan didukung hampir semua lapangan usaha kecil kecuali pertambangan dan penggalian yang mengalami kontraksi sebesar 9,40 persen. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha industry pengolahan sebesar 11,04 persen, diikuti oleh lapangan usaha konstruksi sebesar 8,81 persen dan administrasi pemerintahan sebesar 7,89 persen,” ujar Hutauruk dalam press conference hasil statistic pertumbuhan ekonomi Maluku Agustus 2018 di kantor BPS Maluku, Senin (6/8/18).
Sementara ekonomi Maluku triwulan II-2018 terhadap triwulan sebelumnya (q-to-q) menurut Hutauruk tumbuh sebesar 2,42 persen. Pertumbuhan ekonomi terjadi pada hampir seluruh lapangan usaha, dimana administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib merupakan lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 5,03 persen. Pada sisi pengeluaran dicapai oleh komponen pengeluaran konsumsi pemerintah sebesar 5,21 persen.
“Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi di Maluku triwulan II-2018 (q-to-q), lapangan usaha administrasi pemerintaha, pertahanan dan jaminan sosial wajib masih menjadi pendorong utama sumber pertumbuhan ekonomi Maluku pada triwulan II-2018 yaitu sebesar 1,02 persen,” tambahnya.
Sedangkan ekonomi Maluku kumulatif triwulan I sampai dengan triwulan II tahun 2018 dibanding tahun sebelumnya (c-to-c) tumbuh 5,41 persen. Pertumbuhan terjadi di hampir seluruh lapangan usaha kecuali pertambangan dan penggalian yang mengalami kontraksi 9,56 persen. Pertumbuhan tertinggi dicapai lapangan usaha perdagangan industry pengolahan sebesar 9,14 persen, diikuti konstruksi 8,78 persen dan administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib sebesar 7,87 persen. Dari sisi pengeluaran terutama didorong komponen impor luar negeri yang tumbuh 10,69 persen.
“Perekonomian Maluku berdasarkan besaran produk domestic bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan II-2018 mencapai Rp 10,59 triliun dan atas harga konstan 2010 mencapai Rp 7,25 triliun,” tutup Hutauruk. (MR-02)











Comment