by

PDIP Tak Rugi Widya Hengkang ke PAN

-Politik-1,670 views

AMBON,MRNews.com.- Hengkangnya kader Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Maluku, Widya Pratiwi ke Partai Amanat Nasional (PAN) tak membuat partai banteng moncong putih ketar ketir menghadapi Pesta Demokrasi yang akan digelar 2024 mendatang.

Pasalnya kepindahan Widya yang juga isteri dari Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku, Murad Ismail bagai menampar muka sendiri.

Kepindahan Widya direspon Forum Perempuan Maluku untuk Demokrasi yang merupakan keder perempuan PDI Perjuangan di kantor DPD PDI Perjuangan, jalan Karang Panjang-Ambon bahwa tak akan mempengaruhi partai.

“Sebagai kader perempuan di PDI Perjuangan, sikap kepindahan Ibu Widya Pratiwi tidak akan membuat partai merugi atau sangat kehilangan. Sebab sebagai kader yang ditempa dengan ideologi Pancasila dan sarat aturan mesti tahan banting dan konsisten. Saya sebagai kader yang baru menginjak tiga tahun tapi diberi ruang dan peran. Karena itu sebagai kader mesti patuh dan tak boleh melihat kepentingan pribadi tetapi mesti memperjuangkan kepentingan bersama” ujar Ketua Forum Perempuan Maluku untuk Demokrasi, Debi Latuconsina, Senin (1/5).

Ditegaskan, kepindahan Widya ke PAN samasekali tak membuat PDI Perjuangan merugi atau kehilangan kader.

Sebab di PDI Perjuangan banyak kader perempuan yang solid dan menduduki posisi cemerlang, semisal Mercy Barends, anggota DPR RI, Safitri Malik, Bupati Buru Selatan yang merupakan bupati perempuan pertama di Maluku dan masih banyak kader terbaik lain yang menduduki anggota DPRD dari tingkat provinsi hingga kabupaten kota. Bahkan kepengurusan partai juga diduduki kader perempuan.

Hal senada ditambahkan kader perempuan yang tergabung juga di Forum Perempuan Maluku untuk Demokrasi, Ningsih Bajo.

Menurutnya, jelang Pilkada serentak termasuk pemilihan anggota legislatif, semua kader perempuan bekerja dan tidak mempersoalkan posisi nomor urut.

Dikatakan, sebagai kader tetap bekerja semaksimal. Tidak ada yang namanya pindah partai hanya karena soal nomor urut. Sebab solidaritas selaku kader terhadap partai sudah teruji.

“Secara organisatoris maka sebagai kader partai sangat prihatin. Sebab bagaimana mungkin dalam organisasi ada dua pilihan yang berbeda. Sebagai kader perempuan jika meloncat ke partai lain berarti bukan kader yang ditempa secara militan. Karena itu, kader perempuan PDI Perjuangan sangat tangguh karena konsisten dengan perjuangan partai” kata Bajo.

Begitu pula, kader perempuan PDI Perjuangan Maluku, Olivia Lasol melanjutkan jika marwah partai menjadi prioritas kader perempuan PDI Perjuangan Maluku. Bahkan kader perempuan diberi porsi lebih, tidak hanya sebatas angka 30 persen.

“Di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Maluku banyak kader partai perempuan yang sudah teruji dari masa ke masa dan mempertahankan solidaritas partai dari kepentingan pribadi. Karena itu, kepindahan ibu Widya samasekali tak membuat PDI Perjuangan sampai kehilangan kader. Sebab banyak kader partai perempuan terbaik,” tegas Lasol.

Bahkan dirinya menegaskan jika kepindahan Widya ke PAN tak membuat PDI Perjuangan bersedih. Bahkan keputusan Widya menjadi bukti mana kader militan mana yang tidak.

“Kepindahan ibu Widya, jelang Pemilihan anggota legislative pada Pemilu 2024 mendatang samasekali tak membuat PDI Perjuangan kehilangan kursi. Sebab kader perempuan PDI Perjuangan sudah teruji ” tutup Lasol. (MR-01)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed