AMBON,MRNews.com,- Narkoba menjadi salah satu extraordinary crime yang terus jadi atensi pemerintah dan aparat keamanan untuk diberantas.
Pasalnya narkoba tidak saja merambat orang dewasa, tapi sudah menjangkau mahasiswa, pelajar bahkan terlebih lagi orang-orang yang belum memiliki lapangan kerja sejak kurun waktu 1 dekade terakhir.
Lihat saja, di rentan waktu tanggal 2-21 Januari 2023, Ditresnarkoba Polda Maluku berhasil meringkus 14 orang pelaku narkoba di waktu yang berbeda-beda namun pada dua lokasi yang sama, Kota Ambon (paling banyak di Desa Batumerah) dan Kabupaten Maluku Tengah.
Mereka diamankan bersama 55 paket narkotika jenis Sabu-sabu, 15 paket ganja dan 16 paket tembakau sintetis. Para pelaku narkoba itu kini telah diamankan di rumah tahanan (Rutan) Polda Maluku.
Merespons “daruratnya” narkoba di Kota Ambon itu, Penjabat Walikota Ambon Bodewin Wattimena mengaku, belum tahu data kejadiannya. Namun pihaknya tetap akan lakukan koordinasi dengan pihak Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease.
“Saya belum tahu data kejadiannya. Nanti dikoordinasikan dengan Polresta Ambon lah,” tandasnya kepada media ini di Ambon, Senin (30/1).
Menurutnya, beberapa desa di kota Ambon termasuk desa Batu Merah yang tinggi pusat peredaran narkoba telah dicanangkan pemerintah kota bersama BNN Maluku sebagai desa bersih narkotika (Bersinar). Namun faktanya tetap sulit terkontrol.
“Nanti juga kita akan cek ke BNN lah. Selain Polresta,” singkat Sekretaris DPRD Maluku itu.
Ditambahkan, pembangunan kota Ambon ini tidak bisa harap kepada pemerintah saja untuk membangunnya. Tapi seluruh elemen masyarakat termasuk tokoh pemuda, tokoh agama, tokoh adat dan masyarakat, minimal melihat lingkungannya.
“Kalau lingkungan sudah baik maka dia akan meluas ke kota. Kita kan tidak mungkin menjaga masyarakat kota 1×24 jam. Tidak bisa kita awasi setiap waktu.
Kebijakannya sudah kita buat, Batumerah sudah kita buat sebagai Desa Bersinar,” akunya.
“Kita berharap itu akan menjadi input bagi upaya kita untuk menyadarkan masyarakat di seputaran Batumerah dan lainnya. Karena Batumerah cukup heterogen masyarakat, tidak homogen,” tegasnya.
Menurut Wattimena, semua hal bisa mempengaruhi orang menggunakan narkoba termasuk persoalan taraf ekonomi keluarga. Tapi yang utama adalah berpulang kepada kesadaran diri masing-masing.
“Nanti upayanya bagaimana, akan kita koordinasikan dengan BNN Maluku dan Polresta Ambon,” pungkasnya. (MR-02)











Comment