by

Lihat Dampak Gempa, Besok Kepala BNPB Kunjungi Maluku

JAKARTA,MRNews.com,- Menyikapi situasi darurat pascagempa 7,5 SR yang menghantam, Selasa (10/1), Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) Letjen TNI Suharyanto akan bertolak menuju Maluku Kamis (12/1) dini hari.

Kedatangan orang nomor satu di BNPB tersebut diakui Abdul Muhari, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Rabu (11/1).

“Kamis dini hari, pak Kepala BNPB akan bertolak kunjungi Maluku,” akui Muhari via pesan WhatsApp grup.

Kunjungan ini sebutnya, bertujuan untuk melihat langsung dampak gempa dan memastikan penanganan darurat berjalan dengan efektif.

Pasalnya, berdasarkan data yang dihimpun Pusat Pengendalian Operasi BNPB per Selasa (10/1) pukul 19.34 WIB menyebut, lebih dari 70 rumah warga di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD)-Maluku alami kerusakan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten MBD mencatat total rumah rusak di wilayahnya mencapai 73 unit. Dari jumlah tersebut, rumah rusak berat 29 unit, sedangkan rusak ringan 44. Tak hanya rumah warga, dua sekolah dan satu gereja mengalami rusak ringan.

“Sedangkan korban terdampak, 5 warga MBD alami luka-luka. Hingga laporan ini diterima Pusdalops BNPB, belum ada laporan warga yang melakukan pengungsian,” jelasnya.

Wilayah terdampak di Kabupaten MBD, antara lain tersebar di Kecamatan Dawelor Dawera, Leti dan Damer.

Sementara dari data kerusakan rumah warga di Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Kabupaten yang juga terdampak gempa masih tercatat sejumlah 92 unit baik rusak berat, sedang dan ringan. Ada pula fasilitas umum seperti kantor Bupati, pagar sekolah ikut terdampak.

“Pascagempa, BPBD Maluku telah kerahkan personel dan bantuan logistik, antara lain petugas pusdalops, tenaga medis serta bantuan obat-obatan. Dukungan ini diperuntukkan untuk penanganan darurat di Kabupaten Tanimbar dan MBD,” jelasnya.

Sementara itu, intensitas gempa yang besar juga mengakibatkan jalur penghubung Oinlasi – Niki Niki di wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Provinsi Nusa Tenggara Timur, putus total. Hal tersebut dilaporkan BPBD Kabupaten TTS.

Diketahui, gempa bumi M7,5 ini terjadi pada Selasa dini hari tadi (10/1), pukul 02.47 WIT. Fenomena aktivitas geologi ini berpusat pada 136 km barat laut Kepulauan Tanimbar dengan kedalaman 130 km. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed