
AMBON,MRNews.com – Selama dua tahun jasa tenaga kesehatan (Nakes), yang bekerja pada saat Covid-19
pada Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) dr. FX Suhardjo. Belum kunjung terbayarkan.
Hal tersebut merupakan bentuk kelalaian Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, dalam me’manage koordinasi antara pihaknya dengan manajemen RSAL.
Akibatnya, sejumlah anggaran yang telah masuk ke rekening Bank RSAL dikembalikan lagi ke pusat, hingga membuat proses ini menjadi lama lagi-lagi akibat ulah Dinkes Provinsi Maluku.
Beberapa waktu lalu, Komisi IV DPRD Maluku telah menggelar rapat, hasilnya sementara diperjuangkan di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).
Namun hal berbeda kembali diungkapkan Kadinkes Provmal, dr Zulkarnaen yang dikenal paling doyan mangkir rapat bersama pihak legislatif ini, salah satu alasan kuat karena orang dekatnya penguasa Maluku.
Menurutnya, jasa nakes relawan covid-19 akan dibayarkan menunggu, Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Perubahan, Minggu (8/1/2022).
“Pada 5 Januari 2023 kemarin Dinas Kesehatan bersama Direktur RSAL sudah bertemu guna membicarakan hak nakes di LPMP, keputusannya pihak RSAL bersedia membayar namun masih menunggu DIPA Perubahan,” ujar Zulkarnaen.
Namun untuk kepastian kapan, belum bisa dijelaskan secara terperinci oleh Kadinkes Provmal.
Sebelumnya, Melalui ketua fraksi Gerindra yang juga Legislator komisi IV DPRD Maluku, secara tegas menekankan.
“Dinkes harus punya upaya lebih keras untuk proses pembayaran Nakes, saat pandemi mereka merupakan garda terdepan jangan kita terkesan menutup mata dan pura-pura tuli,” Kata Munaswir.
Sebagai Lembaga Legislatif kita sudah berusaha dan berupaya, pemerintah juga harus ada bersama relawan Nakes.
Sementara terpantau beberapa spanduk menghiasi sebagian jalan di kota Ambon, Nakes yang merasa dirugikan mengadu
Gubernur maluku Murad Ismail lewat spanduk. Yang dipampang pada pagar Kantor Gubernur Maluku. (MR-03)











Comment