AMBON,MRNews.com,- Sebanyak kurang lebih 845 orang menjadi korban kebakaran yang terjadi di kawasan Lorong Tahu Mardika Kelurahan Rijali Kota Ambon.
511 orang diantaranya mengungsi di tenda-tenda yang disediakan, dan sisanya tersebar diluar tenda.
Jumlah pengungsi itu tercatat saat aparat Polsek Sirimau, Polresta Ambon, melakukan pendataan sementara terhadap korban kebakaran yang dipimpin Kapolsek Sirimau AKP S. Lewerissa, Minggu (11/12).
Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol M. Rum Ohoirat, mengungkapkan, jumlah pengungsi atau korban terdampak kebakaran ini masih sementara.
“Kami masih akan berkoordinasi dengan stakeholder terkait. Data saat ini para pengungsi tersebar di tiga lokasi pengungsian yang disediakan,” sebutnya.
Titik lokasi pengungsian pertama berada di dekat kantor Lurah Rijali. Tercatat sebanyak 235 orang yang tersebar di tenda I 47 orang, tenda II 65 orang dan tenda III 123 orang.
Sementara titik pengungsian kedua menempati tenda milik Brimob Polda Maluku sebanyak 40 orang.

Sedangkan titik lokasi ungsian ketiga berada di Blok Mardika dengan jumlah pengungsi 236 orang. Mereka tersebar di tenda I ada 65 orang, tenda II 40 orang, tenda III 50 orang dan tenda IV sejumlah 81 orang.
“Jadi jumlah pengungsi yang tinggal di tenda 511 orang. Sedangkan pengungsi yang tinggal di luar tenda ada 334 orang. Sehingga total keseluruhan 845 orang. Ini masih bersifat sementara, karena tentu akan kami koordinasikan lagi bersama stakeholder terkait,” kata Rum.
Disisi lain, Rum mengaku Polda Maluku juga menempatkan personil pengamanan sejumlah area kebakaran. Diantaranya lokasi depan Ruko Pasar Mardika, jembatan depan kantor Puskesmas Rijali, dan lorong Mangga.
“Penempatan personil PAM untuk amankan TKP dan menghindari warga masyarakat agar jangan sampai masuk ke dalam TKP untuk mengambil barang – barang yang ada di dalam lokasi TKP,” katanya.
Selain itu, personel Polri bersama masyarakat juga tambah Rum, melakukan pembersihan terhadap WC umum yang akan digunakan oleh para pengungsi. (MR-02)









Comment