by

Sidang Sinode AM-GPI di Ambon Bahas Sejumlah Isu Aktual

-Agama-1,018 views

AMBON,MRNews.com,- Sidang Sinode AM Gereja Protestan Indonesia (GPI) di Kota Ambon resmi dimulai, Minggu (20/11) diawali Kebaktian pembukaan yang dipimpin Ketua MPH Sinode GPM, Pendeta Elifas Maspaitella.

83 peserta dari berbagai Sinode atau BPH Gereja hadir. Sidang diawali Keynote Speech dari Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) RI, Dr. Daniel Yusmic Foekh, MH.

Ketua Sinode GPI AM, Pendeta Rudy Imanuel Ririhena menjelaskan, selain merupakan agenda tahunan untuk merumuskan program kerja tahun 2023, namun sidang ini pula akan membahas sejumlah isu aktual dan strategis berkaitan dengan masalah umat.

Diantaranya memperkokoh atau mempererat hubungan persaudaraan diantara Gereja-gereja bagian mandiri, yang sudah membuka Jemaat di wilayah bagian mandiri yang lain.

“Ini jelas menyalahi ketentuan, kesepakatan awal berdirinya GPI. Jadi itu kita akan menyelesaikannya dalam hubungan persaudaraan diantara Gereja-gereja bagian mandiri,” tegasnya.

Hal kedua menurutnya, adalah mempersiapkan warga Jemaat di Gereja anggota GPI untuk menghadapi isu disrupsi digital yang saat ini merebak kemana-mana. Mengikuti dan menyesuaikan perkembangannya tapi tidak menjadi “korban” digital.

“Kita harus mempersiapkan warga Gereja supaya mereka harus siap juga menghadapi tantangan seperti ini. Karena disrupsi digital selain kebutuhan tetapi bisa bernilai negatif ketika salah memanfaatkan,” jelasnya.

Isu terakhir tambah Ririhena, ialah menyatukan pemahaman bersama para pimpinan Gereja dalam rangka mempersiapkan warga Gereja menghadapi tahun politik 2024 mendatang. Sehingga hak suara warga Gereja terjamin, tersalur dengan baik dan sesuai hati nurani.

“Kita berharap isu itu yang nantinya akan dirumuskan dan hasilkan keputusan bersama dalam sidang, bisa diterjemahkan hingga akar rumput, Jemaat. Melalui Sinode-Sinode dapat diwujudkan itu dalam kehidupan lebih konkrit,” harapnya.

Sementara, mantan anggota Sinode GPI AM yang saat ini merupakan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) RI, Daniel Yusmic Foekh berharap, lewat Sidang Sinode GPI AM ini, Gereja harus hadir dalam rangka untuk memberikan keleluasaan berpolitik dalam berbangsa dan bernegara.

“Misi Gereja itu adalah membawa damai dalam seluruh proses berbangsa dan bernegara. Saya kira semua Sinode anggota GPI memiliki persoalan beragam untuk dibawa dan jadi bahasan, gumulan bersama dengan kondisi kekinian berbangsa dan bernegara,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed