AMBON,MRNews.com,- Hampir 10 bulan mencari titik temu pasca berkonflik, dua negeri bertetangga, Pelauw dan Kariu Kecamatan Pulau Haruku Kabupaten Maluku Tengah akhirnya sepakat lakukan rekonsiliasi perdamaian.
Rekonsiliasi damai yang akhirnya terwujud itu tertuang dalam 22 butir kesepakatan dan pernyataan bersama yang diteken langsung Raja Negeri Pelauw Rasyad Effendi Latuconsina dan Penjabat Negeri Kariu, Samuel Radjawane.
“Hari ini sudah terwujud rekonsiliasi, niat damai sudah dituangkan secara tertulis antara kedua pihak baik itu Raja Pelauw dan pejabat negeri Kariu,” ujar Kapolda Maluku Irjen Pol Lotharia Latif usai pertemuan rekonsiliasi Kariu-Pelauw di Kantor Gubernur Maluku, Senin (14/11).
Kapolda mengaku, sudah saatnya warga Pelauw dan Kariu terus menata masa depan yang semakin gemilang.
“Harapan kita, kita tidak lagi menoleh ke belakang, mari kita melihat ke depan. Mereka sepakat, kita sepakat, mewujudkan damai sejahtera khususnya antara warga Pelauw dan Kariu,” katanya.
Kesepakatan rekonsiliasi saat ini, kata Lotharia, juga atas bantuan Pemerintah Pusat melalui Deputi I Kantor Kesektariatan Presiden (KSP), Febri Calvin Tetelepta.
Pertemuan rekonsiliasi ini pun selain dihadiri KSP namun juga Kementerian PUPR, dan Kementerian Sosial serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mewakili Pemerintah Pusat (Pempus).

“Kami sangat terbantu dengan langkah-langkah yang dilakukan KSP dalam memberikan arahan yang kita tindaklanjuti secara bersama ini, Pemprov, Kodam, dan Polda, dan dilaksanakan Pj Bupati Maluku Tengah, Dandim dan Kapolresta,” ujarnya.
Rencananya setelah rekonsiliasi perdamaian, selanjutnya dilakukan rekonstruksi dan rehabilitasi, pemulangan warga Kariu yang ada di Aboru.
“Mohon ini juga didukung teman-teman dengan memberikan berita, informasi yang menyejukkan supaya tidak ada lagi katakanlah konflik-konflik di lapangan,” harapnya.
Sesuai timeline oleh KSP tambah Kapolda, tanggal 22 Desember atau sebelum Natal, adakan rencana proses akhir rekonstruksi dan rehabilitasi konflik Pelauw dan Kariu berujung pemulangan warga Kariu.
“Tanggal 22 adakan rencana proses, harapan kita sudah berjalan. Kita berdoa Insya Allah semua sebelum Natal, sebelum menutup akhir tahun ini, semua kembali lah. Katong samua basudara,” pungkas mantan Kapolda Nusa Tenggara Timur itu. (MR-02)











Comment