by

DPRD Minta Evaluasi Kadisdikbud, Sekda Maluku “Pasang Badan”

-Maluku-1,371 views

AMBON,MRNews.com,- DPRD Maluku lewat Wakil Ketua Komisi IV, Rovik Afifuddin telah meminta dengan tegas Gubernur Maluku atau Sekda agar mengevaluasi kinerja pejabat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Maluku Insun Sangadji yang “bandel”.

Sebab ketika undangan DPRD dilayangkan guna evaluasi program dan kegiatan dinas yang dipimpinnya, Insun absen tanpa ada konfirmasi.

DPRD jelas “berang” dengan sikap Insun tersebut. Sebab ada sejumlah temuan, evaluasi dana alokasi khusus (DAK) tahun 2022 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan masalah pendidikan lain yang mesti mendapat konfirmasi dan klarifikasi.

Terkait fakta tersebut, Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku Sadali Ie “pasang badan” membela anak buahnya itu.

“Itu kan mungkin waktu dipanggil, Kadis lagi melaksanakan tugas kedinasan diluar daerah. Ini nanti kita cek lagi,” terang Sadali di Ambon, Rabu (12/10).

Namun mengenai alasan lebih tepat sehingga ketidakhadiran Kadis Dikbud ke Komisi IV DPRD Maluku, Sadali sarankan mengkonfirmasi langsung ke yang bersangkutan.

“Penjelasan tepat itu dong (wartawan) cek Kadis, waktu dipanggil lagi posisi dimana. Mungkin lagi melaksanakan tugas, kalau diluar daerah diwaktu bersamaan, bagaimana mau datang,” ungkapnya.

Disinggung apakah mungkin ada ketakutan Kadisdikbud Insun “berhadapan” dengan Komisi IV sehingga membuatnya sering berhalangan penuhi undangan DPRD, Sadali enggan komentari karena itu masih praduga.

“Kalau soal itu beta bicara, tidak pas karena masih praduga. Lebih jelasnya tanya ke yang bersangkutan langsung. Beta normatif saja, mungkin ketika dipanggil lagi lakukan tugas dinas keluar saat itu. Nanti beta juga akan tanya beliau,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Maluku Rovik Afifudin kesal dengan sikap pejabat Kadisdikbud Maluku Insun Sangadji beserta staf yang tidak memberi alasan jelas dan tidak memenuhi undangan rapat bersama Komisi IV DPRD Maluku.

Dimana sesuai agenda komisi, rapat untuk membahas evaluasi DAK 2022, temuan BPK terkait anggaran makan minum di SMA Siwalima, masalah di SMA 13 Ambon dan pelayanan di Museum Siwalima rencananya digelar di ruang Komisi IV DPRD, Rabu (5/10) pagi.

Sayangnya hingga melewati waktu yang ditentukan, Sangadji dan staf tidak ada kabar. Sikap Sangadji membuat rapat dibatalkan, bahkan anggota komisi terlihat meninggalkan ruangan rapat.

“Kami tidak persoalkan ketidakhadiran tapi kami kecewa sebab tidak ada alasan kenapa tidak hadir bahkan dihubungi stafnya ponsel tidak aktif,” terang Rovik.

“Bayangkan diundang dengan hormat namun tidak mengindahkan sehingga oleh bagian persidangan akan kembali dijadwalkan hari Jumat mendatang. Ini perilaku buruk dan tidak ada itikad baik,” sesal Afifudian usai dibatalnya agenda komisi.

Sebagai kepala OPD maka ini sikap yang tidak boleh ditiru sebab sangat tidak baik. Karena itu apa yang dilakukan oleh pejabat sangat mengecewakan.

Sebagai pejabat mestinya dapat menunjukan sikap yang baik bukan malah sebaliknya.

“Saya tidak bisa memastikan alasan ketidakhadiran pejabat kadis beserta stafnya. Apa karena agenda ataukah alasan lain yang pasti akan kembali diagendakan kembali. Kalau ini terulang lagi, yang bersangkutan mesti dievaluasi,” ujarnya. (MR-02/MR-01)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed