
AMBON,MRNews.com,- Polda Maluku menggelar dialog publik tentang peran wanita (Polwan) di institusi Polri jelang HUT ke-74 Polwan, Kamis (18/8/22).
Diskusi hadirkan Direktur Yayasan Gasira Maluku Dr. Elizabeth Marantika, Bhabinkamtibmas berprestasi asal Polres Maluku Tengah, Bripka Norma Ura yang bertugas di Desa Ruta, Wadir Binmas Polda Maluku, AKBP Rosita Umasugi dan Ketua DPRD Kota Ambon Ely Toisuta.
Marantika mengapresiasi Polwan Polda Maluku. Gasira kata dia menilai kinerja Polwan di Maluku saat ini sudah cukup baik dan bagus.
Namun pihaknya berharap juga jika Polwan juga bisa ditugaskan di Pulau-pulau yang ada di Maluku. Ini karena memang kondisi geografis wilayah Maluku berpulau-pulau apalagi dengan 11 Polres.
“Sehingga untuk di pulau-pulau kecil itu pelayanan harus dimaksimalkan dengan penambahan jumlah Polwan kita,” pintanya.
Ia mengaku, tugas Polisi adalah penegakan hukum dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sehingga tidak asal-asalan dalam proses pembentukan personil.
“Kami yakin kemampuan intelek Polwan pasti sudah teruji dan seimbang dalam memahami masyarakat yang salah satunya tidak mudah emosi, kadang itu dalam tugas di suatu tempat kebiasaan adat istiadat di suatu tempat itu berbeda-beda olehnya itu saya pikir Polwan kita sudah cukup baik dan bijaksana,” ucapnya.
Lebih lanjut kata Marantika, Gasira Maluku
sudah cukup lama bersinggungan dengan pihak kepolisian, sejak tahun 2007 lalu. Dimana mitra cukup banyak di polisi.
“Dalam kerja Gasira dan polisi saat penanganan kasus kekerasan terhadap wanita dan anak, komunikasi kami sangat baik dan terbuka karena kami juga menopang kerja polisi di lapangan. Salah satunya membuat rumah singgah untuk korban kekerasan seksual,” katanya.
Wadir Binmas Polda Maluku, Rositah Umasugi, mengatakan, Polwan tersebar di seluruh jajaran Polda Maluku. Pada 1 September mendatang, akan memasuki usia ke-74. Banyak kegiatan telah dilaksanakan menyambut HUT Polwan tersebut.
“Banyak anggota kami yang tersebar di semua satker (satuan kerja) dan hingga kini sudah banyak yang kami lakukan. Terakhir kita menyambangi warga korban banjir dan longsor di beberapa lokasi di Kota Ambon,” kata Rositah.
Mantan Kapolres Maluku Tengah ini mengaku, di institusi Polri sangat mendukung kesetaraan gender. Tidak ada lagi perbedaan.
“Saat ini sudah banyak rekan-rekan dan senior Polwan kita yang menjadi Kapolsek, Kapolres hingga menjadi Kapolda. Karena saat ini kita Polwan diberikan kesempatan seluas-luasnya oleh pimpinan Polri dan hal itu dilaksanakan lewat asesmen yang sangat terbuka,” jelasnya.
Rositah mengaku, jumlah Polwan yang bertugas di Polda Maluku sebanyak 347 personel. Beberapa diantaranya bahkan berhasil dalam pengungkapan kasus pidana dan tugas khusus lainnya.
“Kita personel Polwan sangat mudah mendekati masyarakat termasuk tokoh masyarakat dan tokoh agama. Karena kita banyak mendapat dukungan dari masyarakat, apabila ada permasalahan yang jika ditangani polisi laki-laki maka akan sulit namun kami dengan sisi wanita kami pada beberapa kasus dapat kami galang dan kami tangani dan tuntaskan dengan cepat,” ungkapnya.
Menurutnya, kuota penerimaan Polri, khususnya Polwan setiap tahun tidak menentu.
“Karena kita di setiap daerah ini hanya mendapat kuota dari Mabes Polri. Berapa banyak kuota Polwan yang harus kita terima walau sebenarnya animo pendaftar kita di Maluku ini cukup banyak, karena hal ini berkaitan dengan anggaran negara,” jelasnya.
Selaku senior Polwan di Polda Maluku, Rositah menyampaikan terima kasih kepada semua elemen masyarakat di provinsi Maluku.
“Kami memohon doa restu dari semua pihak agar kami Polwan Polda Maluku di usia ke 74 ini dapat maksimal melaksanakan tugas dan pelayanan kami kepada masyarakat Maluku,” pungkasnya. (MR-02)









Comment