by

Peringatan HANI, Gubernur: Narkoba Harus Dilawan Bersama

-Maluku-1,764 views

AMBON,MRNews.com,- Dalam peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tahun 2018 di Provinsi Maluku, Gubernur Maluku Said Assagaff mengaku, perang besar negara terhadap narkoba menuntut seluruh komponen masyarakat maupun elemen bangsa untuk bergerak secara aktif melawan kejahatan terorganisir yang bersifat lintas negara.

“Kejahatan narkotika merupakan kejahatan luar biasa (extra ordinary crime), yang harus diatasi secara serius semua komponen bangsa, apabila tidak ditanggulangi, dapat digunakan sebagai salah satu senjata dalam proxy war untuk melumpuhkan keberlangsungan hidup berbangsa dan bernegara,” papar Gubernur saat membaca sambutan Menkopolhukam RI, Wiranto saat peringatan HANI tahun 2018 di Baileo Siwalima Karpan Ambon, Kamis (12/7/2018).

Disebutkan Gubernur, masalah yang ditimbulkan oleh narkoba akan terus menggerogoti bangsa dari hulu sampai hilir, dari generasi ke generasi dan menjadi ancaman terbesar bagi bonus demografi bangsa pada tahun 2030 serta ancaman kehancuran generasi muda sebagai penerus perjuangan bangsa. Sehingga dalam mengatasinya, diperlukan strategi khusus, yaitu keseimbangan penanganan antara pendekatan penegakan hukum dan pendekatan kesehatan.

Selain pendekatan penegakan hukum dan pendekatan kesehatan, menurutnya, upaya pencegahan dan pemberdayaan masyarakat harus dioptimalkan untuk turut serta aktif menanggulangi permasalahan narkoba.

Sehingga warga negara dapat terlindungi dari bahaya penyalahgunaan narkoba. Dengan terlindunginya rakyat, maka akan melahirkan sumber daya manusia yang sehat dan unggul untuk berperan menghadapi tantangan globalisasi, serta ancaman berbangsa dan bernegara.

“Pendekatan penegakan hukum bertujuan memutus mata rantai pemasok narkoba mulai dari produsen sampai jaringan pengedarnya. Sedangkan pendekatan kesehatan bertujuan memutus mata rantai para pengguna melalui perawatan atau rehabilitasi. Apalagi sejumlah kasus narkotika dan obat-obatan beberapa tahun terakhir mengejutkan bangsa. Terlihat dari penyelundupan dan peredaran gelap narkoba yang masuk ke wilayah Indonesia, tidak hanya terjadi di daratan, melainkan juga di wilayah perairan negara kita,” ujar Assagaff.

BNN tambah Assagaff, telah menyusun rencana aksi nasional tentang pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan, peredaran gelap narkotika dan prekursor Narkotika. Melalui konsep tersebut, harapannya, kementerian atau lembaga bergerak bersama BNN melakukan pencegahan dan pemberantasan narkoba di seluruh wilayah tanah air tanpa terkecuali. “Saya sangat mendukung dan akan mendorong rencana aksi tersebut agar segera diterapkan,” tegasnya.

Selain itu, dia juga mengatakan, BNN telah menginisiasi program alternative development 2016-2025 di 3 (tiga) Kabupaten, Aceh Besar, Bireun dan Gayo Lues di provinsi Aceh, yang merupakan langkah maju pembangunan berkelanjutan.

“Diharapkan program ini dapat didukung oleh semua pihak, sebagai bentuk komitmen kita membangun Indonesia dari pinggiran dan wilayah yang paling rentan peredaran Narkoba,” ingatnya.

Atas nama pemerintah, pihaknya mengapresiasi upaya BNN dibawah pimpian Komjen Pol Heru Winarko, kepolisian dan pihak terkait yang selalu serius dan tegas untuk menyelamatkan anak bangsa. Karenanya, seluruh kementerian, lembaga, masyarakat, diinstruksikan bersama-sama BNN menanggulangi ancaman narkoba secara sungguh. Sesuai dengan tema HANI-Indonesia, yaitu menyatukan dan menggerakan seluruh kekuatan bangsa dalam perang melawan narkoba untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat tanpa Narkoba.

Diketahui, dalam peringatan HANI tersebut, sekaligus juga diberikan piagam penghargaan kepada 25 lembaga atau perseorangan di Maluku termasuk media massa, atas partisipasi aktif sebagai penggiat anti narkotika. Momen itu turut dihadiri pula Wakapolda Maluku, Brigjen Pol. Akhmad Wiyagus, Kepala BNN Maluku, Brigjen Pol. Rusno Prihardito, pejabat Pemprov Maluku, kabupaten/kota maupun undangan lainnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed