AMBON,MRNews.com – Bupati Maluku Tenggara (Malra) Thaher Hanubun terus berkoordinasi dengan kedua belah pihak guna menyelesaikan pertikaian antara Ohoi (Desa) Ohoidertutu dan Ohoiren, serta berupaya mengatasi dampak yang ditimbulkan.
“Kami serius menyikapi pertikaian dua Ohoi tersebut, secara massif kami melakukan pendekatan baik lewat jalur pemerintahan, adat dan kekeluargaan bagi kedua Ohoi,” kata Hanubun, Jumat (29/07).
Hanubun menuturkan, bantuan sosial bagi warga Ohoiren yang mengungsi berupa
mie instan, telur, hingga pakaian layak pakai maupun bekas telah disalurkan secara langsung, juga bagi warga yang terdampak ekonomi karena tidak berkebun di Ohoidertutu dibantu beras hingga keperluan lainnya.
Diketahui, akibat pertikaian yang terjadi dikabarkan, 319 warga Ohoi Ohoiren terpaksa direlokasi dan menetap sementara di Ohoi Wab, sementara 92 orang di Ohoi Ohoira.
“Untuk itu, dari segi pendidikan, anak-anak yang tidak bersekolah telah dikoordinasikan dengan pihak sekolah di lokasi-lokasi pengungsian untuk tetap melanjutkan proses belajarnya,” sebut Hanubun.
Begitu juga pelayanan kesehatan bagi warga, serta korban dari dua Ohoi yang mengalami luka-luka akibat pertikaian tersebut juga menjadi perhatian Pemda.
Juga, rumah warga yang rusak dan terbakar telah di data dan selanjutnya akan diperbaiki oleh Pemda Malra.
Secara pemerintahan, Hanubun juga tegaskan kepada pihak penegak hukum untuk dapat bekerja secara profesional menuntaskan kasus yang mengakibatkan seorang warga hingga meninggal dunia.
“Penuntasan kasus meninggalnya seorang warga Ohoidertutu yang menyebabkan sehingga adanya pertikaian dua warga Ohoi, agar segera diusut tuntas penegak hukum dalam hal ini Polres Malra,” tegas Hanubun. (MR-03)











Comment