by

Jelang G-20, Direktur AMO Diundang Jadi Pembicara Dalam Event “Beyond Urban”

JAKARTA,MRNews.com,– Menjelang perhelatan G-20 di Indonesia, Direktur Ambon Music Office (AMO) Ronny Loppies selaku Focal Point Ambon City of Music diundang sebagai salah satu pembicara pada event bertajuk “Beyond Urban” secara Virtual, Kamis, 28 Juli 2022.

Sebuah event yang merupakan kerjasama UNESCO Cities Platform (UCP) dan Jaringan Kota Kreatif Indonesia atau Indonesia Creative Cities Network (ICCN).

Diundangnya Direktur AMO sebagai pembicara, patut diapresiasi, sebab memiliki makna penting bagi keterlibatan Ambon dalam euforia Indonesia sebagai Presidensi Konfrensi Tingkat Tinggi G-20.

“Tidak semua kota di Indonesia memiliki kesempatan untuk terlibat langsung dalam G-20. Topik yang dibahas di event ini adalah solusi masalah perkotaan dan praktik konkretnya, dengan tujuan meningkatkan kesadaran tentang ketahanan iklim dalam konteks G-20,” jelas Loppies, Selasa (26/7).

Dikatakan, selaku pembicara dirinya akan mempresentasikan program AMO, termasuk Sounds Of Green (SoG) yang memadukan unsur musik dan pelestarian lingkungan.

“UCP dan ICCN menilai proyek SoG secara signifikan memperkuat dan berkontribusi pada output Urban Solutions 2022, yang mewakili visi bersama untuk membangun ketahanan terhadap perubahan iklim yang menjadi prioritas G20,”ungkapnya.

Sementara itu, Deputi Kemitraan Strategis ICCN yang juga Dwinita Larasati menjelaskan, dibawah Presidensi Indonesia G-20 tahun 2022, event ini diselenggarakan dalam rangka Urban 20 (U20), yaitu Kelompok Keterlibatan G-20 tentang topik perkotaan yang tahun ini diketuai bersama Gubernur DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Dikatakan, lebih dari setengah populasi dunia tinggal di kota dan tren ini diperkirakan akan terus berlanjut. Bahkan pada tahun 2035, lebih dari 2 miliar penduduk di negara-negara G-20 akan tinggal di kota-kota dengan populasi diatas 300.000.

“Tidak diragukan lagi, kota akan menjadi pusat sumber daya yang luar biasa dengan bakat, tenaga kerja terampil, kreativitas dan daya tanggap, tetapi juga merupakan aktor kunci dalam mengimplementasikan berbagai agenda dan kebijakan baik nasional maupun internasional,” katanya.

Menurut Larasati, Pandemi COVID-19 telah mempercepat pergeseran paradigma baru perkotaan menuju perkotaan yang tangguh,kota masa depan yang inklusif, dan berkelanjutan.

“Ini semakin memperjelas peran penting kota sebagai pelopor dalam mengatasi tantangan global jangka pendek dan jangka panjang, dengan perubahan iklim menjadi salah satu masalah yang paling mendesak, yang berdampak pada semua dimensi pembangunan lainnya,” terangnya.

Diungkapkan Larasati, Kota adalah kontributor utama perubahan iklim, karena aktivitas perkotaan adalah sumber utama jejak ekologi. UN-Habitat melaporkan kota mengkonsumsi 78 persen energi dunia dan menghasilkan lebih dari 60 persen emisi gas rumah kaca.

“Agar upaya global untuk mengatasi perubahan iklim berhasil, kota-kota perlu memastikan kebijakan strategi, dan rencana aksi,” pungkas Focal Point Bandung City of Design ini. (MR-02/MC)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed